Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 04 April 2026 | 06:53 WIB
Toko Kue Gambang yang viral di media sosial. [Google Review & Instagram @tokokuegambang]
Baca 10 detik
  • Toko Kue Gambang di Pasar Johar Semarang mengalami penurunan rating akibat isu kepemilikan dan pembongkaran tembok ilegal.
  • Pemilik toko dan Dinas Perdagangan Semarang membantah isu keterlibatan anak Wali Kota serta pembongkaran tembok di area pasar.
  • Pihak pengelola menegaskan seluruh proses perizinan telah sesuai prosedur, sementara pedagang sekitar merasa diuntungkan oleh kehadiran toko tersebut.

SuaraJawaTengah.id - Polemik Toko Kue Gambang di kawasan Pasar Johar, Semarang, menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir. Isu yang beredar di media sosial tidak hanya menyangkut dugaan kepemilikan, tetapi juga merembet hingga ulasan negatif di Google.

Akibatnya, rating toko tersebut turun drastis hingga menyentuh angka 2,8 per Jumat (3/4/2026) pukul 22.30 WIB.

Lalu, apa sebenarnya yang terjadi? Berikut sejumlah fakta yang perlu Anda ketahui.

1. Diserbu Ulasan Bintang Satu

Salah satu dampak paling terlihat dari polemik ini adalah membanjirnya ulasan negatif di Google.

Sejumlah warganet memberikan rating bintang satu, meskipun sebagian dari mereka diduga belum pernah benar-benar bertransaksi di toko tersebut.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana opini publik di media sosial dapat dengan cepat memengaruhi reputasi sebuah usaha, bahkan tanpa pengalaman langsung.

2. Isu Kepemilikan Jadi Pemicu Awal

Polemik ini bermula dari narasi yang menyebut bahwa Toko Kue Gambang memiliki kaitan dengan anak Wali Kota Semarang.

Baca Juga: Tragedi Petasan di Semarang: Penjual Bahan Peledak Online Ditetapkan Jadi Tersangka

Isu tersebut kemudian berkembang luas dan memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet.

Padahal, informasi ini belum tentu benar dan kemudian dibantah oleh pihak pengelola.

3. Tuduhan Penjebolan Tembok Johar

Selain soal kepemilikan, isu lain yang ikut viral adalah dugaan penjebolan tembok di kawasan Pasar Johar Utara.

Narasi yang beredar menyebut pembongkaran dilakukan untuk memperluas akses menuju toko kue tersebut.

Isu ini semakin memperkeruh situasi dan memicu reaksi publik yang lebih luas.

Load More