- Toko Kue Gambang di Pasar Johar Semarang mengalami penurunan rating akibat isu kepemilikan dan pembongkaran tembok ilegal.
- Pemilik toko dan Dinas Perdagangan Semarang membantah isu keterlibatan anak Wali Kota serta pembongkaran tembok di area pasar.
- Pihak pengelola menegaskan seluruh proses perizinan telah sesuai prosedur, sementara pedagang sekitar merasa diuntungkan oleh kehadiran toko tersebut.
SuaraJawaTengah.id - Polemik Toko Kue Gambang di kawasan Pasar Johar, Semarang, menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir. Isu yang beredar di media sosial tidak hanya menyangkut dugaan kepemilikan, tetapi juga merembet hingga ulasan negatif di Google.
Akibatnya, rating toko tersebut turun drastis hingga menyentuh angka 2,8 per Jumat (3/4/2026) pukul 22.30 WIB.
Lalu, apa sebenarnya yang terjadi? Berikut sejumlah fakta yang perlu Anda ketahui.
1. Diserbu Ulasan Bintang Satu
Salah satu dampak paling terlihat dari polemik ini adalah membanjirnya ulasan negatif di Google.
Sejumlah warganet memberikan rating bintang satu, meskipun sebagian dari mereka diduga belum pernah benar-benar bertransaksi di toko tersebut.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana opini publik di media sosial dapat dengan cepat memengaruhi reputasi sebuah usaha, bahkan tanpa pengalaman langsung.
2. Isu Kepemilikan Jadi Pemicu Awal
Polemik ini bermula dari narasi yang menyebut bahwa Toko Kue Gambang memiliki kaitan dengan anak Wali Kota Semarang.
Baca Juga: Tragedi Petasan di Semarang: Penjual Bahan Peledak Online Ditetapkan Jadi Tersangka
Isu tersebut kemudian berkembang luas dan memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet.
Padahal, informasi ini belum tentu benar dan kemudian dibantah oleh pihak pengelola.
3. Tuduhan Penjebolan Tembok Johar
Selain soal kepemilikan, isu lain yang ikut viral adalah dugaan penjebolan tembok di kawasan Pasar Johar Utara.
Narasi yang beredar menyebut pembongkaran dilakukan untuk memperluas akses menuju toko kue tersebut.
Isu ini semakin memperkeruh situasi dan memicu reaksi publik yang lebih luas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Bea Cukai dan BAIS TNI Bongkar Sindikat Jutaan Pita Cukai Palsu dan Mesin Cetak di Jateng
-
Di JMS 2026, Wagub Taj Yasin Minta Media Soroti Pertumbuhan Ekonomi Jateng dan Gandeng Anak Muda
-
Polda Jateng Ungkap Dugaan Investasi Ilegal Koperasi BLN, 41 Ribu Nasabah Jadi Korban
-
Jateng Media Summit 2026: Dewan Pers Dorong Media Lokal Pahami AI dan Tunjukkan Jati Diri
-
JMS 2026: Jurnalisme Saja Tak Cukup, Media Lokal Harus Bangun Ekosistem Bisnis di Era AI