Ronald Seger Prabowo
Rabu, 03 Juni 2026 | 19:45 WIB
Sekretaris Umum Apindo Jawa Tengah, Jefri Hari Akbar. [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
  • Helmi Tas'an Wartono resmi dilantik memimpin APINDO Jawa Tengah periode 2026-2031 di Semarang pada 3 Juni 2026.
  • Pengurus baru berkomitmen memperkuat iklim investasi, menciptakan lapangan kerja, serta menjaga pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Tengah.
  • APINDO akan bersinergi dengan pemerintah dan pekerja untuk menjaga hubungan industrial harmonis demi menghadapi tantangan ekonomi global.

SuaraJawaTengah.id - Asosiasi Pengusaha Indonesia atau APINDO Jawa Tengah resmi memasuki era kepemimpinan baru.

Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Jawa Tengah periode 2026-2031 resmi dilantik di Patra Semarang Hotel & Convention, Rabu (3/6/2026), menandai dimulainya babak baru perjuangan organisasi pengusaha terbesar di Indonesia dalam memperkuat iklim investasi, menciptakan lapangan kerja, dan menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.

Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Provinsi (Musprov) XIII APINDO Jawa Tengah yang digelar pada 15 April 2026 di Semarang.

Dalam forum tersebut, Helmi Tas’an Wartono dipercaya untuk memimpin organisasi selama lima tahun ke depan menggantikan kepengurusan sebelumnya.

Prosesi pelantikan turut dihadiri jajaran pengurus APINDO pusat dan daerah, perwakilan pemerintah, pelaku usaha, serta unsur serikat pekerja. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi simbol kuatnya kolaborasi yang selama ini dibangun APINDO dalam mendorong pembangunan ekonomi di Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Helmi Tas’an Wartono menyampaikan rasa syukur sekaligus tanggung jawab besar atas amanah yang diberikan kepadanya. Menurutnya, APINDO Jawa Tengah bukan sekadar organisasi pengusaha, melainkan mitra strategis pemerintah dan pekerja dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

“Pelantikan ini merupakan tindak lanjut hasil Musprov XIII yang berlangsung lancar. Saya diberikan amanah untuk menata organisasi yang luar biasa ini selama lima tahun ke depan bersama jajaran pengurus yang memiliki kapabilitas dan dedikasi tinggi,” ujarnya.

Helmi juga memberikan penghargaan kepada seluruh pengurus periode 2021-2026 yang telah meletakkan fondasi organisasi yang kuat melalui berbagai program dan kontribusi nyata bagi dunia usaha di Jawa Tengah.

Menurutnya, kepengurusan baru memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan tersebut sekaligus menjawab berbagai tantangan yang kini dihadapi dunia usaha, baik di tingkat nasional maupun global.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pertumbuhan Ekonomi Harus Benar-benar Dirasakan Rakyat

“Bersama pemerintah, serikat pekerja, dan seluruh elemen masyarakat, kami siap menjaga dunia usaha di Jawa Tengah tetap tumbuh guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat,” katanya.

Jawa Tengah Semakin Menjadi Magnet Investasi

Helmi menilai posisi Jawa Tengah saat ini semakin strategis sebagai salah satu tujuan investasi utama di Indonesia. Berbagai faktor pendukung mulai dari ketersediaan tenaga kerja produktif, berkembangnya kawasan industri, infrastruktur yang semakin terkoneksi, hingga dukungan pemerintah terhadap kemudahan berusaha menjadi daya tarik utama bagi investor.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kawasan industri tumbuh pesat di Jawa Tengah. Tidak hanya di wilayah utara, pengembangan kawasan industri juga mulai merambah sejumlah daerah lain yang membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Namun di balik optimisme tersebut, Helmi mengingatkan bahwa dunia usaha masih menghadapi berbagai tantangan. Perlambatan ekonomi global, konflik geopolitik, ketidakpastian rantai pasok dunia, hingga dinamika perdagangan internasional menjadi faktor yang harus diantisipasi bersama.

Menurutnya, tantangan tersebut tidak mungkin dihadapi sendirian oleh dunia usaha. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pengusaha, pemerintah, pekerja, dan seluruh pemangku kepentingan agar ekonomi tetap tumbuh di tengah ketidakpastian global.

“Dalam situasi seperti ini, dunia usaha sangat membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. Dunia usaha tidak bisa berdiri sendiri. Kolaborasi adalah kunci,” tegasnya.

Kepengurusan Baru Siap Lanjutkan Program Strategis

Sementara itu, Sekretaris Umum APINDO Jawa Tengah Jefri Hari Akbar menegaskan bahwa kepengurusan periode 2026-2031 akan melanjutkan berbagai program strategis yang telah dijalankan sebelumnya.

Menurutnya, APINDO memiliki peran penting dalam memastikan iklim investasi di Jawa Tengah tetap kondusif sekaligus memberikan pendampingan kepada perusahaan yang beroperasi di berbagai daerah.

Jefri melihat peluang investasi di Jawa Tengah saat ini sangat besar. Kehadiran Kawasan Industri Terpadu Batang, pengembangan kawasan industri di Kendal, Demak, Semarang, Brebes, dan sejumlah wilayah lainnya menjadi bukti bahwa Jawa Tengah semakin dipercaya investor.

“Yang pertama tentu kami akan melanjutkan perjuangan dan program kerja dari kepengurusan sebelumnya. Saat ini Jawa Tengah merupakan lahan investasi yang sangat menarik dengan hadirnya berbagai kawasan industri baru, seperti di Batang dan beberapa wilayah lainnya. Kondisi ini menjadi peluang besar yang harus kita manfaatkan bersama,” ujarnya.

Menurut Jefri, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang kompeten serta terciptanya hubungan industrial yang sehat di lingkungan perusahaan.

Karena itu, APINDO Jawa Tengah akan fokus memperkuat kapasitas SDM, memperluas keanggotaan organisasi, serta meningkatkan kualitas layanan bagi perusahaan anggota.

“Kami sedang menyiapkan SDM dan mengajak perusahaan-perusahaan di Jawa Tengah untuk aktif di APINDO. Dengan bergabung dalam organisasi ini, ketika ada berbagai kendala atau kesulitan yang dihadapi perusahaan, APINDO dapat hadir untuk membantu dan memberikan solusi,” jelasnya.

Menjaga Harmoni Hubungan Industrial

Salah satu prioritas utama kepengurusan baru adalah memperkuat hubungan industrial yang harmonis antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah.

Jefri yang juga menjabat Head of Industrial Relations PT Japfa Comfeed indonesia ini menegaskan bahwa hubungan industrial yang sehat merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan usaha. Ketika komunikasi berjalan baik dan seluruh pihak mampu mengedepankan dialog, maka produktivitas perusahaan akan meningkat dan kesejahteraan pekerja dapat lebih terjamin.

“Harapan kami, pengusaha, pekerja, dan pemerintah dapat semakin bersinergi dalam membangun hubungan industrial Pancasila yang baik. Jika hubungan industrial berjalan harmonis, maka produktivitas perusahaan juga akan meningkat dan kesejahteraan pekerja dapat lebih terjamin,” katanya.

Ia menambahkan bahwa APINDO akan terus menjadi jembatan komunikasi antara perusahaan dan pekerja dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan secara konstruktif.

Undang Pengusaha Bergabung ke APINDO

Dalam kesempatan tersebut, Jefri juga mengajak pelaku usaha yang belum menjadi anggota APINDO untuk bergabung.

Menurutnya, APINDO saat ini tidak hanya berfungsi sebagai organisasi pengusaha, tetapi juga menjadi pusat informasi, advokasi, konsultasi, hingga pendampingan hukum bagi perusahaan.

“Kami mengundang teman-teman pengusaha yang belum bergabung agar segera menjadi anggota APINDO. Di sini kami memberikan berbagai manfaat, mulai dari advokasi, bantuan hukum, pemahaman terkait regulasi ketenagakerjaan terbaru, hingga membantu mencarikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan,” tuturnya.

Ia menilai keberadaan organisasi yang kuat akan membantu dunia usaha menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

“Biarkan urusan terkait hubungan industrial kita kolaborasikan bersama di APINDO. Dengan demikian, pengusaha dapat lebih fokus pada produktivitas dan pengembangan usahanya,” tambahnya.

Selain isu investasi, APINDO Jawa Tengah juga menaruh perhatian besar terhadap kepastian hukum di bidang ketenagakerjaan.

Jefri berharap pemerintah segera menerbitkan regulasi baru sebagai tindak lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023.

Menurutnya, aturan tersebut sangat penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menciptakan keseimbangan antara kepentingan pengusaha dan pekerja.

“Pemerintah sampai saat ini sudah memberikan dukungan yang luar biasa kepada pengusaha dan pekerja. Kami berharap regulasi ketenagakerjaan yang baru sebagai tindak lanjut Putusan MK Nomor 168 Tahun 2023 dapat segera diterbitkan,” ujarnya.

Ia berharap regulasi yang lahir nantinya mampu meningkatkan produktivitas tenaga kerja sekaligus memperkuat daya saing investasi Indonesia.

Load More