Budi Arista Romadhoni
Senin, 29 Juni 2026 | 15:54 WIB
Bupati Pati Nonaktif , Sudewo saat keluar dari atap mobil rantis Brimob untuk menenangkan massa pendukung di Tipikor Semarang, Senin (29/6/2026) [Ilma Latif/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang menolak eksepsi Bupati Pati nonaktif Sudewo terkait kasus korupsi proyek infrastruktur dan jabatan.
  • Sidang yang berlangsung Senin (29/6/2026) tersebut memutuskan penggabungan dua klaster dakwaan serta menetapkan jadwal persidangan dua kali seminggu.
  • Kericuhan massal terjadi di luar gedung akibat tindakan represif oknum pengawal KPK terhadap ketua koordinator relawan pendukung Sudewo.

Usai persidangan, Sudewo tampak berusaha tegap dan menegaskan bahwa kondisi mentalnya sama sekali tidak goyah karena merasa tidak melakukan pelanggaran hukum.

"Oh, mental dari kemarin tidak ada masalah. Saya tidak melakukan apa-apa. Saya ini pemimpin yang amanah, insyaallah amanah, adil, dan bijaksana. Terbukti pembangunannya bagus dan masyarakat bisa merasakan. Jadi saya bukan pemimpin yang zalim!" ujar Sudewo percaya diri.

Menariknya, Sudewo justru melempar bola panas dengan menuding ada aktor intelektual atau "gembong besar" sesungguhnya di balik praktik haram jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pati.

"Siapa yang zalim, masyarakat Pati pun tahu. Siapa yang jual beli jabatan, siapa yang jual beli perangkat desa, masyarakat Pati juga tahu. Masyarakat Pati," cecar Sudewo.

Kronologi Chaos: Dipicu Pengawal KPK Emosional, Pukul Ketua Relawan

Ledakan amarah massa pecah tepat setelah sidang ditutup sekitar pukul 10.00 WIB. Saat Sudewo keluar dari gedung pengadilan dengan tangan diborgol menuju mobil tahanan, ribuan massa langsung merangsek maju membawa spanduk bertuliskan "Bebaskan Sudewo".

Kericuhan yang awalnya berupa aksi saling dorong biasa berubah menjadi beringas akibat ulah salah satu pengawal tahanan dari KPK yang diidentifikasi bernama Rusli. Ketua Koordinator Relawan Sudewo, Mudasir, membeberkan bahwa tindakan pengawal KPK tersebut dinilai terlalu arogan dan emosional hingga memicu kemarahan massa.

"Sebenarnya relawan bisa mengerti dan menerima putusan majelis. Namun tadi ada insiden dari pengawal KPK bernama Pak Rusli. Biasanya, pengawal memberi kesempatan Pak Sudewo untuk sekadar menyapa pendukungnya dari ruang sidang menuju mobil tahanan. Tapi Pak Rusli ini sama sekali tidak memperbolehkan, Pak Dewo ditarik-tarik paksa," ungkap Mudasir kepada Suara.com.

Mudasir melanjutkan, ketegangan berlanjut hingga ke area parkir mobil tahanan. Oknum pengawal KPK tersebut diduga kehilangan kendali emosi hingga melayangkan pukulan fisik ke arah Mudasir.

Baca Juga: Warga Pati Berpesta: Kembang Api Sambut Tumbangnya Bupati Sudewo

"Pak Rusli ini entah dari rumah terbawa emosi dulu atau bagaimana, di dalam mobil masih emosi dan saya sendiri habis kena pukulan dia tadi! Untung saya menghindar dan pintu langsung saya tutup. Kaki saya ini kalau tidak geser tadi, pasti sudah terlindas ban mobil tahanan yang bergerak. Jadi sepele saja, pemicunya adalah pengawal KPK yang emosional itu," beber Mudasir mendidih.

Melihat ketua koordinator mereka dipukul, ribuan massa langsung mengamuk. Massa berhasil menjebol pagar, merangsek masuk ke halaman Pengadilan Tipikor, lalu mengepung dan memukul-mukul bodi mobil tahanan kejaksaan agar tidak bisa bergerak keluar dari kompleks pengadilan.

Evakuasi Dramatis ke Mobil Rantis, Simpatisan Nekat Duduki Kap Mesin

Melihat eskalasi massa yang semakin anarkis, petugas bergerak cepat melakukan diskresi keamanan. Sudewo langsung dievakuasi dan dipindahkan dari mobil tahanan biasa ke dalam kabin mobil Rantis (Kendaraan Taktis) lapis baja milik Korps Brimob. Proses pemindahan ini berjalan sangat dramatis dengan aksi saling dorong yang sengit antara petugas dan massa.

Meskipun Sudewo sudah diamankan di dalam mobil rantis, massa pendukung yang terlanjur meradang tidak menyerah. Mereka justru nekat memanjat kap mesin hingga menduduki bagian depan mobil rantis baja tersebut sebagai bentuk protes. Akibatnya, kendaraan taktis tersebut sempat lumpuh dan tertahan selama hampir dua jam di dalam kompleks pengadilan.

Melihat situasi buntu, Sudewo sempat muncul menampakkan diri dari atas atap mobil rantis Brimob yang terbuka untuk menenangkan massanya.

Load More