Budi Arista Romadhoni
Kamis, 30 Juli 2026 | 06:21 WIB
Ilustrasi pemancar jaringan atau BTS PT Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat). [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Indosat mencatat kenaikan pendapatan nasional semester I 2026 sebesar Rp30,7 triliun akibat pertumbuhan trafik data regional.
  • Transformasi berbasis kecerdasan buatan mendorong peningkatan laba bersih normalisasi Indosat secara tahunan menjadi Rp3,2 triliun.
  • Perusahaan memperkuat investasi infrastruktur serat optik dan memperluas jaringan digital hingga ke tiga ratus desa.

SuaraJawaTengah.id - Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menjadi salah satu wilayah strategis bagi PT Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat). Selain mempertahankan posisi sebagai basis pelanggan terbesar secara nasional, wilayah ini juga mencatat pertumbuhan trafik data sebesar 10,4 persen secara tahunan (year on year/YoY) sepanjang semester I 2026.

Peningkatan konsumsi layanan digital tersebut didorong aktivitas masyarakat yang semakin tinggi, sekaligus diperkuat melalui program "Desa Terkoneksi".

Melalui program ini, Indosat memperluas jangkauan layanan hingga 300 desa di Jawa Tengah dan DIY dengan dukungan hampir 28.000 BTS 4G dan lebih dari 830 BTS 5G. Tak hanya membangun jaringan, perusahaan juga menjalankan edukasi digital berkelanjutan serta pemberdayaan outlet dan ekonomi desa.

"Kontribusi Jawa Tengah dan DIY tersebut turut menopang kinerja Indosat secara nasional pada semester pertama 2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp30,7 triliun, meningkat 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Fahd Yudhanegoro - EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison dari keterangan tertulis pada Kamis (30/7/2026). 

Kinerja positif itu diikuti pertumbuhan EBITDA sebesar 14 persen menjadi Rp14,6 triliun, dengan margin EBITDA mencapai 47,6 persen.

Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang dinormalisasi melonjak 49,2 persen secara tahunan menjadi Rp3,2 triliun, didukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, pengelolaan biaya yang disiplin, dan peningkatan efisiensi operasional.

Transformasi berbasis kecerdasan buatan (AI) juga menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan perusahaan. Indosat menghadirkan berbagai layanan AI, seperti Anti-Spam, Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, dan Adobe Express, yang kini menjadi bagian dari pengalaman digital pelanggan.

Secara nasional, inovasi tersebut mendorong trafik data tumbuh 19,9 persen YoY, sementara Average Revenue Per User (ARPU) meningkat 17,3 persen menjadi Rp46 ribu. Jumlah pelanggan seluler Indosat juga tetap kuat dengan mencapai 93,4 juta pelanggan.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan transformasi AI menjadi fondasi utama pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Baca Juga: Indosat Ungkap Lonjakan Trafik Data di Jawa Tengah dan DIY, AI Jadi Kunci Keandalan Jaringan

"AI North Star kami mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang dengan mentransformasi Indosat dari penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI. Pertumbuhan double digit yang kami capai menjadi bukti kuat bahwa strategi kami berjalan baik sekaligus mencerminkan momentum positif dari perjalanan transformasi kami. Pencapaian ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mengakselerasi fase transformasi selanjutnya, dengan memperkuat kapabilitas yang akan menjadi mesin pertumbuhan di masa depan sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem AI di Indonesia," kata Vikram Sinha.

Kinerja operasional yang kuat juga mendorong Indosat mempercepat investasi untuk menopang pertumbuhan jangka panjang. Salah satunya melalui pembentukan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) bersama Arsari Group. Melalui pengalihan pengelolaan lebih dari 86.000 kilometer infrastruktur serat optik nasional, Indosat memperoleh sekitar Rp11,7 triliun sekaligus menerapkan model bisnis asset-light untuk memperbesar fleksibilitas investasi di sektor teknologi.

Di sisi lain, bisnis AI Cloud menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sepanjang semester pertama 2026, layanan tersebut membukukan pendapatan sebesar US$33 juta, melampaui total pendapatan sepanjang 2025 yang mencapai US$28 juta. Capaian ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan industri terhadap infrastruktur AI di Indonesia.

Untuk mendukung pengembangan ekosistem AI, Indosat juga memperoleh tambahan spektrum 80 MHz pada pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Penambahan spektrum ini akan meningkatkan kapasitas jaringan sekaligus memperkuat layanan Indosat 5G, termasuk pengembangan Fixed Wireless Access (FWA).

Selain fokus pada pertumbuhan bisnis, Indosat juga mencatat kemajuan di bidang keberlanjutan. Optimalisasi jaringan berbasis AI dan pengelolaan energi yang lebih efisien berhasil menurunkan intensitas emisi karbon sebesar 50,89 persen. Komitmen tersebut turut mengantarkan perusahaan masuk ke dalam tiga Indeks ESG KEHATI, yakni SRI-KEHATI, ESG Sector Leaders, dan ESG Quality 45 untuk periode Juni-November 2026.

Indosat juga terus memperkuat pengembangan talenta digital melalui kemitraan dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Wadhwani Foundation. Program tersebut menargetkan lahirnya satu juta talenta digital dan 100 ribu wirausaha berbasis AI hingga 2029, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem AI yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Load More