- SMPN 1 Blora bersama Dinas Pendidikan menyelidiki dugaan perundungan siswa kelas IX yang melibatkan empat orang terduga pelaku.
- Pihak korban memilih melaporkan kasus kekerasan tersebut ke Polres Blora setelah rencana mediasi sekolah batal terlaksana.
- Polres Blora telah menerima laporan resmi dan kini sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi kejadian secara utuh.
SuaraJawaTengah.id - SMPN 1 Blora bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Blora menelusuri dugaan perundungan terhadap seorang siswa kelas IX di sekolah tersebut.
Kepala SMP Negeri 1 Blora Ainur Rofiq mengatakan, pihak sekolah telah menangani kasus tersebut sejak sehari setelah kejadian dengan memprioritaskan kondisi siswa yang diduga menjadi korban.
“Karena kejadiannya hari Jumat (7/8/2026), kemudian hari Sabtu (8/8/2026) kami fokus pada anaknya dulu. Anak tersebut diperiksa di DKT dan kemudian diantarkan ke rumah,” kata Ainur di Blora melansir ANTARA, Jumat (14/8/2026).
Menurut dia, pada Senin (10/8/2026), pihak sekolah mengumpulkan siswa yang diduga terlibat untuk dimintai keterangan. Guru bimbingan dan konseling (BK) juga melakukan klarifikasi guna memperoleh gambaran lebih utuh mengenai rangkaian kejadian.
Pihak sekolah sempat merencanakan pertemuan antara pihak-pihak yang terlibat untuk menyelesaikan persoalan melalui mediasi. Namun, rencana tersebut tidak terlaksana setelah pihak korban memilih melaporkan dugaan perundungan itu ke Polres Blora.
Ainur mengatakan dirinya telah mendatangi rumah korban untuk mendapatkan keterangan dari keluarga.
“Kami ingin mendapatkan informasi secara utuh dari kedua belah pihak,” ujarnya.
Ia menyebut sekitar empat siswa dilaporkan sebagai terduga pelaku dalam rangkaian kejadian tersebut.
Ainur juga menegaskan informasi mengenai dugaan korban sebelumnya melakukan tindakan jahil kepada teman-temannya masih perlu diklarifikasi dan tidak dapat dijadikan pembenaran terhadap dugaan kekerasan.
Baca Juga: Sudah 3 Bulan Berlalu, Kasus Perundungan Maut Mahasiswi Undip Belum Temukan Tersangka?
“Kami harus melihat persoalan ini secara berimbang, ada sebab dan akibat, ada aksi dan reaksi,” katanya.
Dinas Pendidikan Turun Tangan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Sunaryo mengatakan pihaknya telah mendatangi SMPN 1 Blora dan meminta sekolah melakukan pendekatan kepada kedua belah pihak.
“Kami minta dilakukan pendekatan kedua belah pihak, baik orang tua korban maupun pelaku, untuk diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Sunaryo.
Ia mengaku telah menerima bukti laporan dugaan perundungan tersebut ke Polres Blora. Dinas Pendidikan, lanjut dia, akan terus memantau perkembangan penanganan kasus tersebut.
Sejumlah siswa yang diduga terlibat juga telah dimintai keterangan. Beberapa di antaranya disebut mengakui adanya tindakan pemukulan dan penendangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Dukung Semangat Berbagai Generasi Muda, Semen Gresik Bersama FORSA Hadirkan Keceriaan Puluhan Siswa
-
Usai Pidato Presiden, Gubernur Ahmd Luthfi Tegaskan Satu Tujuan: Sejahterakan Rakyat
-
SMPN 1 Blora dan Dinas Pendidikan Telusuri Dugaan Perundungan Siswa Kelas IX
-
Sidang Korupsi Fadia Arafiq Ungkap Dugaan Pencopotan Outsourcing Bermotif Politik
-
BRImo Makin Diminati, 49,7 Juta Pengguna dan Transaksi Rp4.166 Triliun