- Majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang menolak permohonan penasihat hukum menghadirkan istri Sudewo sebagai saksi meringankan pada hari Senin.
- Jaksa menilai kehadiran istri Sudewo yang selalu mengikuti persidangan berpotensi memengaruhi keterangan sehingga majelis hakim mengabulkan keberatan tersebut.
- Sudewo didakwa menerima suap proyek DJKA senilai Rp3,8 miliar serta uang pengisian jabatan perangkat desa sebesar Rp2,4 miliar.
Rencana menghadirkan istri Sudewo sebelumnya menjadi salah satu upaya untuk memberikan perspektif dari sisi keluarga mengenai catatan keuangan pribadi terdakwa.
Namun, keberatan jaksa yang kemudian dikabulkan hakim membuat pembelaan tersebut harus ditempuh melalui saksi lain.
Situasi ini membuat persidangan memasuki fase yang semakin menentukan. Setelah jaksa menghadirkan bukti dan saksi untuk membangun konstruksi perkara, kini tim hukum terdakwa berusaha meresponsnya dengan menghadirkan saksi-saksi yang dianggap dapat meringankan posisi Sudewo.
Bagi kubu Sudewo, tantangannya bukan hanya membantah dakwaan secara normatif. Mereka harus mampu memberikan penjelasan yang meyakinkan mengenai fakta-fakta keuangan yang dipersoalkan dalam perkara, termasuk asal-usul uang yang telah disita KPK.
Sementara bagi jaksa, keberadaan uang dan keterkaitannya dengan rangkaian dugaan penerimaan menjadi bagian yang harus dibuktikan secara utuh di hadapan majelis hakim.
Karena itu, penolakan terhadap istri Sudewo berpotensi menjadi salah satu momen penting dalam fase pembuktian perkara ini. Sebab, keterangan yang diharapkan dapat menjelaskan kondisi keuangan dari lingkaran terdekat terdakwa kini harus digantikan dengan kesaksian pihak lain.
Perkara tersebut pada akhirnya tidak hanya akan ditentukan oleh siapa yang menerima atau menyerahkan uang. Yang tak kalah penting adalah bagaimana seluruh aliran uang, sumbernya, konteks penerimaannya, serta keterkaitannya dengan jabatan Sudewo dapat dibuktikan di ruang sidang.
Di tengah proses tersebut, tim hukum Sudewo kini memiliki pekerjaan tambahan: meyakinkan majelis hakim melalui saksi-saksi lain setelah pintu kesaksian dari lingkungan keluarga terdakwa ditutup.
Baca Juga: Bupati Pekalongan Non-Aktif Fadia Arafiq Disidang di Pengadilan Tipikor Semarang Pekan Depan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas