- Kebakaran melanda tumpukan sampah di Blok D TPA Putri Cempo, Kota Solo, pada Rabu petang.
- Embusan angin kencang membuat proses pemadaman oleh petugas pemadam kebakaran menghadapi kendala serius di lapangan.
- Titik api berada jauh dari permukiman warga sehingga belum menimbulkan dampak langsung bagi masyarakat sekitar.
SuaraJawaTengah.id - Kebakaran melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Kota Solo, Rabu (2/9/2026) petang. Hingga pukul 19.30 WIB, kobaran api masih terlihat membara dan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.
Api tampak membesar dan merambat di antara tumpukan sampah di kawasan TPA. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman menghadapi tantangan, terlebih embusan angin turut mempercepat penjalaran api.
Ketua RW 39 Kelurahan Mojosongo, Jebres, Andri Priyatno, mengatakan kebakaran diketahui terjadi di Blok D kawasan TPA Putri Cempo. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada petugas di lokasi dan dilaporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta.
“Kebakarannya barusan. Di Blok D, tetapi sudah ada damkar yang turun,” ujar Andri.
Menurut Andri, titik kebakaran berada cukup jauh dari permukiman warga sehingga hingga saat ini belum ada dampak langsung yang dirasakan masyarakat. Namun, lokasi kebakaran disebut berada relatif dekat dengan kawasan pengolahan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
“Jauh dari permukiman warga, kalau dari PLTSa-nya agak dekat. Dampak ke warga sementara belum ada, asapnya mengarah ke arah lain. Semoga cepat padam,” katanya.
Petugas pemadam kebakaran bersama petugas terkait masih melakukan upaya penanganan untuk mengendalikan kobaran api. Petugas juga berupaya melokalisasi api agar tidak menjalar ke bagian lain dari gunungan sampah, termasuk mendekati kawasan pengolahan PLTSa.
Hingga pukul 19.30 WIB, api masih terlihat membesar di sejumlah titik. Kondisi angin di sekitar lokasi menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman karena berpotensi membuat api kembali menjalar.
Sementara itu, penyebab kebakaran dan luas area yang terdampak masih dalam penanganan serta pendataan petugas.
Baca Juga: Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan
Berita Terkait
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Kebutuhan Rumah Jateng Capai 990 Ribu Unit, BTN Housingpreneur Batch 3 Buka Peluang Inovasi
-
BMKG Peringatkan Potensi Karhutla di Jateng, Suhu Semarang Bisa Capai 37 Derajat
-
244 Personel Padamkan Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Helikopter Water Bombing Diupayakan
-
Bukan Sekadar Cari Cuan, BRILINKERS Semarang A.Yani Perkuat Solidaritas dan Berbagi Peluang Usaha
-
Demi Keuntungan, BBM dan LPG Subsidi Diduga Diselewengkan, 3 Kasus Dibongkar di Jateng