Ronald Seger Prabowo
Rabu, 02 September 2026 | 21:29 WIB
TPA Putri Cempo terbakar hebat, Rabu (2/9/2026). [Suara.com/Ronald Seger Prabowo]
Baca 10 detik
  • Kebakaran melanda tumpukan sampah di Blok D TPA Putri Cempo, Kota Solo, pada Rabu petang.
  • Embusan angin kencang membuat proses pemadaman oleh petugas pemadam kebakaran menghadapi kendala serius di lapangan.
  • Titik api berada jauh dari permukiman warga sehingga belum menimbulkan dampak langsung bagi masyarakat sekitar.

SuaraJawaTengah.id - Kebakaran melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Kota Solo, Rabu (2/9/2026) petang. Hingga pukul 19.30 WIB, kobaran api masih terlihat membara dan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Api tampak membesar dan merambat di antara tumpukan sampah di kawasan TPA. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman menghadapi tantangan, terlebih embusan angin turut mempercepat penjalaran api.

Ketua RW 39 Kelurahan Mojosongo, Jebres, Andri Priyatno, mengatakan kebakaran diketahui terjadi di Blok D kawasan TPA Putri Cempo. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada petugas di lokasi dan dilaporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta.

“Kebakarannya barusan. Di Blok D, tetapi sudah ada damkar yang turun,” ujar Andri.

Menurut Andri, titik kebakaran berada cukup jauh dari permukiman warga sehingga hingga saat ini belum ada dampak langsung yang dirasakan masyarakat. Namun, lokasi kebakaran disebut berada relatif dekat dengan kawasan pengolahan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

“Jauh dari permukiman warga, kalau dari PLTSa-nya agak dekat. Dampak ke warga sementara belum ada, asapnya mengarah ke arah lain. Semoga cepat padam,” katanya.

Petugas pemadam kebakaran bersama petugas terkait masih melakukan upaya penanganan untuk mengendalikan kobaran api. Petugas juga berupaya melokalisasi api agar tidak menjalar ke bagian lain dari gunungan sampah, termasuk mendekati kawasan pengolahan PLTSa.

Hingga pukul 19.30 WIB, api masih terlihat membesar di sejumlah titik. Kondisi angin di sekitar lokasi menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman karena berpotensi membuat api kembali menjalar.

Sementara itu, penyebab kebakaran dan luas area yang terdampak masih dalam penanganan serta pendataan petugas.

Baca Juga: Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan

Load More