Budi Arista Romadhoni
Kamis, 03 September 2026 | 09:59 WIB
Peta peringatan dini kekeringan meteorologis di wilayah Jawa Tengah pada Dasarian I September 2026. [ANTARA/HO-BMKG]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 25 kabupaten dan kota di Jawa Tengah menghadapi status Awas kekeringan meteorologis pada awal September 2026.
  • Kondisi tanpa hujan selama minimal 61 hari tersebut memicu ancaman krisis air bersih dan potensi gagal panen pertanian.
  • BMKG juga menetapkan 10 daerah berstatus Siaga dan satu wilayah berstatus Waspada akibat ancaman kekeringan yang meluas.

BMKG menganjurkan petani menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca. Pilihan tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering dapat menjadi salah satu strategi, sementara lahan yang tidak memungkinkan untuk ditanami dapat diistirahatkan sementara.

Ancaman tersebut membuat kekeringan tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga berpotensi menyentuh **ketahanan pangan dan pendapatan petani**.

Kebakaran dan Penyakit Mengintai

Kondisi lingkungan yang semakin kering juga meningkatkan potensi kebakaran lahan dan lingkungan.

BMKG meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Material yang mudah terbakar juga perlu dibersihkan dari lingkungan.

Di sisi lain, berkurangnya ketersediaan air dapat menciptakan persoalan kesehatan.

Keterbatasan air untuk sanitasi, dehidrasi, serta meningkatnya paparan debu dapat meningkatkan risiko sejumlah gangguan kesehatan, termasuk  diare, penyakit kulit, dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

10 Daerah Berstatus Siaga, Satu Wilayah Waspada

Ancaman kekeringan tidak hanya terjadi di 25 wilayah berstatus Awas.

Baca Juga: Omzet Tembus Ratusan Juta, UKM Jateng Corner di Bandara Ahmad Yani Siap Manjakan Pelancong

BMKG juga menetapkan 10 daerah berstatus Siaga, yakni Kota Tegal, Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, Pemalang, Batang, Kendal, Kabupaten Semarang, Temanggung, dan Boyolali.

Status Siaga menunjukkan hujan telah tidak turun selama lebih dari 31 hari. Dalam kondisi tersebut, sumber air permukaan seperti sumur dangkal, sungai, dan embung mulai berpotensi menyusut dan sektor pertanian mulai terdampak.

Sementara Kota Pekalongan berstatus Waspada, yang berarti hujan tidak turun sedikitnya 21 hari.

Pada tahap ini, masyarakat sudah diminta menghemat air dan membatasi penggunaannya untuk kebutuhan yang tidak mendesak.

Dengan sebaran wilayah tersebut, Jawa Tengah menghadapi ancaman kekeringan yang meluas pada awal September.

Load More