- Polisi mengungkap jaringan uang palsu lintas provinsi setelah menerima laporan transaksi ponsel di Semarang pada 31 Agustus 2026.
- Dua tersangka berinisial AH dan AS ditangkap di Pekalongan beserta barang bukti uang palsu senilai Rp7 juta.
- Petugas menyita satu unit printer dari rumah kontrakan di Cikarang Barat yang digunakan untuk memproduksi uang palsu.
SuaraJawaTengah.id - Transaksi jual beli telepon seluler secara cash on delivery (COD) di Kota Semarang justru membuka jalan bagi polisi mengungkap jaringan pembuat dan pengedar uang palsu lintas provinsi.
Kasus ini bermula ketika seorang warga Semarang menerima 45 lembar uang pecahan Rp100 ribu sebagai pembayaran ponsel senilai Rp4,5 juta.
Transaksi berlangsung di depan Kampus II UIN Walisongo, Jalan Prof. Dr. Hamka, Kecamatan Ngaliyan, Senin (31/8/2026) malam.
Kecurigaan korban muncul saat hendak menggunakan uang tersebut untuk membeli rokok. Tekstur uang yang terasa berbeda membuat korban memeriksa lembar demi lembar dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang.
Hasilnya, seluruh uang yang diterima diduga palsu. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngaliyan.
Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dr. Muhammad Anwar Nasir mengatakan, laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan hingga polisi mengejar pelaku ke Kota Pekalongan.
Dua tersangka, AH (44), warga Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, dan AS (48), warga Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, akhirnya diamankan di kawasan SPBU Kalibanger, Sentono, Kota Pekalongan.
Dari tangan keduanya, polisi menyita sepeda motor, dua tas selempang, dua helm, dua telepon seluler, kartu identitas, kartu ATM, serta uang palsu senilai Rp7 juta.
Pengembangan kasus kemudian mengarah ke sebuah rumah kontrakan di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, yang diduga digunakan untuk aktivitas pembuatan uang palsu.
Baca Juga: Polda Jateng Tangkap Mahasiswa Penyebar Konten Pornografi Berbasis Deepfake
“Tim kemudian melakukan pengembangan ke wilayah Cikarang Barat dan mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk memproduksi uang palsu, termasuk satu unit printer,” kata Anwar, Kamis (3/9/2026).
Penyidik masih mendalami peran masing-masing tersangka, termasuk kemungkinan adanya uang palsu lain yang telah dicetak dan diedarkan serta jaringan yang terlibat.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengimbau masyarakat lebih waspada saat melakukan transaksi tunai, terutama COD dengan nilai besar.
“Transaksi secara tunai tetap membutuhkan kewaspadaan. Kami mengimbau masyarakat untuk mengenali ciri-ciri keaslian rupiah dengan metode dilihat, diraba dan diterawang,” ujarnya.
Yuliyanto juga meminta masyarakat yang menemukan uang diduga palsu untuk tidak mengedarkannya kembali dan segera melapor kepada pihak berwenang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Kebutuhan Rumah Jateng Capai 990 Ribu Unit, BTN Housingpreneur Batch 3 Buka Peluang Inovasi
-
BMKG Peringatkan Potensi Karhutla di Jateng, Suhu Semarang Bisa Capai 37 Derajat
-
244 Personel Padamkan Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Helikopter Water Bombing Diupayakan
-
Bukan Sekadar Cari Cuan, BRILINKERS Semarang A.Yani Perkuat Solidaritas dan Berbagi Peluang Usaha
-
Demi Keuntungan, BBM dan LPG Subsidi Diduga Diselewengkan, 3 Kasus Dibongkar di Jateng