- dr. Dadang Rona Sasetyo di Semarang pada Jumat (4/9/2026) menyatakan cedera ACL sering terjadi karena gerakan berbalik arah.
- SMC RS Telogorejo mengadakan seminar kesehatan pada 3-5 September 2026 untuk mengedukasi masyarakat terkait penanganan cedera olahraga.
- Sekitar 26 juta orang per tahun mengalami cedera olahraga yang dapat ditangani melalui metode operasi sayatan kecil.
SuaraJawaTengah.id - Bagi sebagian orang, suara “krek” dari lutut saat berolahraga mungkin hanya dianggap sebagai cedera biasa. Setelah nyeri mereda, aktivitas pun kembali dilakukan seperti semula.
Padahal, satu gerakan salah saat berbalik arah bisa mengubah perjalanan seorang atlet. Cedera anterior cruciate ligament (ACL) dapat membuat lutut kehilangan stabilitas hingga mengganggu aktivitas olahraga dan kehidupan sehari-hari.
Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi SMC RS Telogorejo, dr. Dadang Rona Sasetyo, Sp.OT (K), SubSp.PL., AIFO-K, mengatakan ACL merupakan salah satu cedera yang kerap terjadi dalam aktivitas olahraga.
“Pertama cedera olahraga ada ACL, ini yang paling sering mengalami cedera saat olahraga. Sering kali gerakan berbalik arah, ini membuat lutut tidak stabil, goyang, jadi putus,” kata Dadang di Semarang, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, cedera ACL tidak seharusnya dipandang sebagai akhir dari aktivitas olahraga. Dengan penanganan yang tepat, penderita tetap memiliki peluang untuk kembali menjalani aktivitasnya.
“Cedera ACL menjadi titik balik, bukan titik akhir,” ujarnya.
Satu Gerakan Bisa Mengubah Segalanya
Cedera ACL umumnya berkaitan dengan gerakan mendadak, terutama ketika seseorang harus berhenti, berputar, atau mengubah arah secara cepat.
Situasi tersebut banyak ditemukan dalam berbagai olahraga yang menuntut perubahan arah dan gerakan eksplosif.
Baca Juga: 777 Orang Diduga Keracunan MBG di Rembang, Operasional SPPG Lasem Disuspend
Ketika ligamen ACL mengalami robekan, lutut dapat kehilangan kestabilannya. Kondisi tersebut membuat penderita merasakan lutut seperti goyah atau tidak lagi mampu menopang tubuh dengan baik.
Bagi mereka yang aktif berolahraga, kondisi ini tentu bukan persoalan sepele.
Ketakutan untuk kembali berlari, melompat, berputar, bahkan sekadar menaiki tangga bisa muncul setelah mengalami cedera.
Tak sedikit pula orang yang memilih berhenti berolahraga karena khawatir cedera kembali terjadi.
Padahal, menurut Dadang, perkembangan penanganan medis membuat cedera tersebut kini dapat ditangani dengan metode operasi yang semakin berkembang.
“Operasi ACL sudah bisa dilakukan di RS Telogorejo, dengan sayatan kecil,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan