Tak Dapat Kursi di Senayan, PAN Gagal Total di Jateng

Padahal saat Pemilu 2014 lalu, PAN sukses meraih 8 kursi DPR RI dari Dapil Jawa Tengah

Bangun Santoso
Selasa, 14 Mei 2019 | 15:48 WIB
Tak Dapat Kursi di Senayan, PAN Gagal Total di Jateng
Partai Amanat Nasional (PAN) [suara.com/Bagus Santosa]

SuaraJawaTengah.id - Partai Amanat Nasional (PAN) gagal mengirimkan satu pun caleg dari Jawa Tengah (Jateng) untuk duduk di kursi DPR RI, Senayan di Pemilu 2019. Padahal, pada pemilu sebelumnya partai berlambang matahari putih itu mampu merebut 8 kursi DPR dari daerah pemilihan (dapil) Jateng.

Wakil Ketua DPW PAN Jateng, Agung Wisnu Kusuma, menilai kondisi itu sebagai hal yang sangat luar biasa. Kegagalan itu dianggap Agung lebih dikarenakan partainya tak kuat mengalami hantaman politik uang yang luar biasa masif dari para rival.

“Kondisinya seperti itu, kami anggap itu dinamis dari 8 ke 0. Salah satu faktor yang money politic. Kita enggak siap menghadapi tsunami money politic yang ada di Jateng," ujar Agung seperti dikutip dari Solopos.com, Selasa (14/5/2019).

Agung mengatakan, metode money politics di Jateng sudah seperti tsunami. Hal itu dikarenakan cara-cara meraih simpati massa dengan memberikan imbalan uang di Jateng tidak lagi dilakukan dengan cara terselubung, tapi terbuka.

Baca Juga:Bertemu Presiden Jokowi, Agum Bahas Situasi Nasional Pascapemilu 2019

“Ada salah satu caleg terpilih kami di wilayah Jateng selatan mengatakan, money politics sudah sangat terbuka. Bahkan, di depan rumahnya dimasuki partai lain yang menawarkan money politics. Untungnya, dia tetap terpilih. Tapi itu membuktikan betapa terbukanya cara-cara seperti itu,” terang Agung.

Kendati demikian, Agung memastikan PAN tidak akan menggunakan cara money politics untuk menghadapi pemilu ke depan. Pihaknya mengaku akan menggunakan cara-cara yang fair untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap PAN.

“Evaluasi jelas ada. Kita akan konsentrasi lagi 5 tahun ke depan, kalau kaget dan shock enggak, tapi evaluasi tetap ada,” katanya.

Selain masalah money politics, Agung mengaku kegagalan PAN di Jateng tahun ini juga disebabkan berbagai faktor. Salah satunya kesolidan PAN dalam mendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 02 pada Pilpres 2019.

Raihan paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, di Jateng yang tidak terlalu signifikan seakan sebanding dengan apa yang diraih PAN.

Baca Juga:Setara Institute Ungkap Identitas Penumpang Gelap Pemilu 2019

“Faktor lain yakni perpindahan kantor pusat BPN di Jateng (Solo). Dengan dipindahnya markas BPN di Jateng pertarungan lokal jadi terasa. Saat di Jakarta, pertarungannya lebih nasional,” imbuh dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak