Terkubur Selama Lima Tahun, Supratno Dikira Menghilang Ikut Gafatar

Chandra Iswinarno
Terkubur Selama Lima Tahun, Supratno Dikira Menghilang Ikut Gafatar
Kepala Bagian Tata Usaha SMP Negeri 4 Banyumas Suparyo menunjukkan foto Supratno semasa hidup. [Suara.com/Teguh Lumbiria]

Dia memastikan pihak sekolah akan berpikir lain, jika saat itu tahu bahwa Supratno telah mati terbunuh.

Suara.com - Terbunuhnya tiga anak dan satu cucu Misem, Warga Desa Pasinggahan Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, masih menyisakan cerita.

Satu korban, Supratno, yang kala itu terdaftar sebagai pegawai Perpustakaan SMP Negeri 4 Banyumas, sempat dikait-kaitkan dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

“Waktu itu kan lagi hangat-hangatnya isu Gafatar. Jadinya juga muncul spekulasi itu,” kata Kepala Bagian Tata Usaha SMP Negeri 4 Banyumas Suparyo saat ditemui Suara.com pada Rabu (28/8/2019).

Apalagi dari kabar yang berkembang, lanjut dia, di Kabupaten Banyumas ada sejumlah orang yang konon ikut dalam gerakan itu.

“Makanya pihak sekolah menindaklanjuti usulan pemberhentian dengan PP 53 ini. Karena kita berpikirnya masih hidup, namun melanggar dengan tidak masuk berturut-turut tanpa alasan,” kata dia.

Dia memastikan pihak sekolah akan berpikir lain, jika saat itu tahu bahwa Supratno telah mati terbunuh.

“Kalau saja sampai tahu (ternyata dibunuh) jelas tidak mungkin dengan PP ini. Malahan memungkinkan dapat santunan,” kata dia.

Sudah begitu, lanjut dia, di rumah tidak ada penjelasan dari pihak keluarga. Adik Supratno, Minah yang beberapa kali ditemui pihak sekolah, juga malah mengaku tidak tahu.

“Sekolah waktu itu menugaskan Kepala TU saat itu, (Alm) Eko Susilowati ke rumahnya. Ini tertulis dalam laporan yang menerima Ibu Saminah (adik Supratno),” kata dia.

Dari keterangan Saminah, lanjut dia, Supratno telah pergi meninggalkan rumah bersama anaknya. Namun yang bersangkutan tidak mengetahui ke mana perginya.

“Keterangan itu tertuang dalam surat pernyataan pihak keluarga dan ditandatangani oleh Ibu Saminah. Bahkan, nama terang yang bertanda tangan ditulis langsung oleh yang bersangkutan,” kata dia.

Diketahui, Supratno menjadi satu dari empat korban pembunuhan bulan Oktober 2014 lalu. Kasus tersebut terungkap saat tetangga Misem, Rasman sedang membersihkan kebun di belakang rumah Misem. Namun saat sedang mencangkul, Rasman menemukan tengkorak manusia dan kain di dalam tanah.

Kontributor : Teguh Lumbiria

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS