Hasil Rapid Test Dinilai Kurang Valid, Pemkot Solo Beralih ke Swab Test

Kepala DKK Solo tak ingin pengadaan Rapid Test hanya jadi sekadar menenangkan masyarakat, apalagi harga alat tersebut mahal dan hasilnya belum pasti akurat.

Chandra Iswinarno
Rabu, 15 April 2020 | 21:25 WIB
Hasil Rapid Test Dinilai Kurang Valid, Pemkot Solo Beralih ke Swab Test
Rapid test virus corona. (Suara.com/Emi)

SuaraJawaTengah.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melalui dinas kesehatan kota (DKK) memastikan tidak lagi membeli Rapid Test kit Covid-19, meski stok dari Pemprov Jawa Tengah sudah menipis.

Kepala DKK Solo Siti Wahyuningsih mengatakan, alasan pemkot tak akan membeli rapid test kit karena hasilnya belum pasti valid. Sebab dalam penggunaannya, meski hasil rapid test terhadap ODP positif Covid-19, namun yang bersangkutan harus tetap harus melalui uji swab polymerase chain reaction (PCR) untuk memastikan diagnosisnya.

Ning, sapaan Siti Wahyuningsih, mengaku tak ingin pengadaan Rapid Test sekadar menenangkan masyarakat, apalagi harga alat tersebut mahal dan hasilnya belum pasti akurat.

“Enggak bisa begitu karena dana negara harus dipertanggungjawabkan. Apakah ini masuk pemborosan atau tidak,” kata dia saat dijumpai wartawan seperti diberitakan Solopos.com-jaringan Suara.com pada Rabu (15/4/2020).

Baca Juga:Pakar Gugus Tugas Covid Sebut Swab Test Lebih Akurat Ketimbang Rapid Test

Ning mengakui, jika hasil Rapid Test negatif, juga belum tentu benar-benar negatif Covid-19. Padahal bisa jadi di dalam tubuhnya sudah memiliki virus itu.

“Dia percaya diri karena negatif hasilnya kemudian berkeliaran di mana-mana dan menularkan. Jadi, kami memilih tidak mengadakan rapid test sendiri."

Namun, DKK Solo tak akan menolak apabila kembali mendapat jatah rapid test baik dari provinsi maupun pusat. Sejumlah pihak pun sudah menawarkan suplai rapid test namun ditolaknya. Ketimbang rapid test, Ning memilih fokus pada uji swab PCR untuk memastikan seseorang positif atau negatif Covid-19.

Apalagi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menunjuk laboratorium RS Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo untuk mengadakan uji swab.

"Kalau pengiriman spesimen lebih dekat, harapannya hasilnya juga lebih cepat,” katanya.

Baca Juga:Wali Kota Tanjungpinang Positif Corona, 77 Pejabat Rapid Test COVID-19

Sebelumnya, Juru Bicara Covid-19 RS UNS Solo Tonang Dwi Ardyanto mengatakan, kapasitas alat uji laboratorium RS UNS mencapai 50 spesimen per hari. Cakupan layanan meliputi area Soloraya, Eks-Karesidenan Semarang dan Pati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak