Warga Positif Covid Naik Dua Kali Lipat, Walkot Semarang Pertimbangkan PSBB

Hendi menekankan, dengan semakin banyaknya masyarakat yang tidak tertib dalam masa PKM, maka Ro di Kota Semarang akan semakin sulit dikendalikan.

Chandra Iswinarno
Jum'at, 29 Mei 2020 | 02:55 WIB
Warga Positif Covid Naik Dua Kali Lipat, Walkot Semarang Pertimbangkan PSBB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. [Suara.com/Dafi Yusuf]

SuaraJawaTengah.id - Opsi untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Semarang mulai dipertimbangkan Wali KOta Hendrar Prihadi. Pilihan tersebut mulai dipertimbangkan lantaran warga yang positif Corona di Kota Atlas tersebut pada Kamis (28/5/2020) naik dua kali lipat.

Untuk diketahui, pada 19 Mei 2020 lalu, warga yang positif Covid-19 berada pada titik terendah, yakni 47 orang. Namun, angka tersebut berbalik arah jelang lebaran hingga H+4 Lebaran yakni mencapai 86 orang.

Hendi, sapaan Hendrar Prihadi, mengatakan dengan berlipatnya penderita Covid-19, pihaknya belum dapat memastikan apakah Ro Covid-19 di Kota Semarang dapat berada di bawah angka ambang 1, ketika PKM berakhir pada tanggal 7 Juni 2020.

"Kita belum tahu nanti pada saat PKM tahap II berakhir nanti, Ro-nya bisa di bawah 1 atau tidak. Kalau di bawah 1 ya, New Normal kita jalankan. Tetapi kalau tidak, ya mohon maaf, PKM kita perpanjang atau bahkan PSBB," jelasnya seperti dilansir Ayosemarang.com-jaringan Suara.com.

Baca Juga:Ditetapkan Jadi Kluster Baru Covid-19, Pasar Kobong Semarang Ditutup 6 Hari

Lantaran itu, dia mengemukakan, semuanya saat ini bergantung pada warga Kota Semarang.

"Maka sekarang tergantung masyarakat, mau tertib atau tidak, kalau tidak mau ya kita seperti ini saja, di rumah terus, tidak ada aktifitas yang bisa dijalankan," katanya.

Hendi menekankan, dengan semakin banyaknya masyarakat yang tidak tertib dalam masa PKM, maka Ro di Kota Semarang akan semakin sulit dikendalikan. Dengan demikian, kemungkinan menjalankan New Normal pada tanggal 8 Juni 2020 akan semakin jauh.

"Sampai tadi malam saja, teman-teman patroli masih menemukan rombongan warga yang nongkrong di luar, tanpa masker, diingatkan malah marah-marah," katanya.

Hendi juga menegaskan jika pun New Normal mulai dijalankan di Kota Semarang, Pemerintah Kota Semarang tak akan langsung melepas segala aturan yang diberlakukan.

Baca Juga:Temuan Lokasi Baru Penyebaran Covid-19 di Semarang

Seperti sekolah, karena baru masuk Juli, nantinya akan dilihat kemungkinan angka Covid-19 tren-nya konsisten turun atau bahkan melonjak lagi.

"Yang pasti kalau SOP Kesehatan sukar dijalankan, lalu angka positifnya justru tinggi, yang kita akan ambil kebijakan baru," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak