alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Geger! Beredar Hasil Polling Pilkada Boyolali Menang Kotak Kosong

Muhammad Taufiq Sabtu, 31 Oktober 2020 | 11:29 WIB

Geger! Beredar Hasil Polling Pilkada Boyolali Menang Kotak Kosong
Ilustrasi pilkada serentak 2020. [Suara.com/Eko Faizin]

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali mengaku belum menerima pendaftar lembaga survei manapun yang mengadakan polling pilkada tahun ini.

SuaraJawaTengah.id - Sebuah polling atau jajak pendapat menempatkan kotak kosong sebagai pemenang sementara di Pilkada Boyolali. Hasil polling ini beredar di grup-grup dan media sosial warga menjelang coblosan.

Hal ini tentu membuat geger warga Boyolali. Namun demikian, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali mengaku belum menerima pendaftar lembaga survei manapun yang mengadakan polling pilkada tahun ini.

Lantaran itu, sebagian kalangan menilai polling yang menempatkan kota kosong sebagai pemenang mengalahkan calon tunggal di Pilkada Boyolali 2020, M. Said Hidayat-Wahyu Irawan tersebut menyesatkan.

Menurut informasi yang diterima Solopos.com, jejaring suara.com, polling tersebut mencantumkan pilihan pasangan calon peserta Pilkada Boyolali dan pilihan kotak kosong.

Hasil sementara dengan 192 suara pada Jumat (30/10/2020) pukul 15.27 WIB, respoden lebih banyak memilih kotak kosong. Namun, tidak ada keterangan pemilih dari mana saja, usia, dan sebagainya yang lazim disertakan dalam sebuah survei.

Koordinator RTF (Roundtable Forum), yang juga Koordinator Presidium Majelis Daerah (MD) KAHMI (Korps Alumni HMI) Boyolali, Thontowi Jauhari, menilai polling Pilkada Boyolali tersebut menyesatkan.

“Itu menyesatkan sebenarnya. Hasilnya seperti apa saya tidak tahu. Namun sepertinya tidak valid, kredibilitasnya perlu dipertanyakan,” kata dia kepada Solopos.com, Jumat 30 Oktober 2020.

Menurut dia, yang namanya survei atau polling harus menganut ilmu statistik. Sampel harus memenuhi kriteria dalam ilmu-ilmu survei. “Jadi tidak bisa sembarang, sampling menjadi bias, itu bisa digerakkan oleh orang untuk kepentingan politik sesaat, tidak menggambarkan yang sebenarnya,” kata dia.

Thontowi pun mengaku sering mendapat informasi semacam polling Pilkada Boyolali tersebut, namun dia memilih mengabaikannya. “Ya saya abaikan. Jangan membuat hal yang menyesatkan. Sesuatu yang di-publish harus ada unsur edukasinya,” kata dia.

Sementara mengenai kondisi di Boyolali, dia memprediksi pasangan calon yang ada saat ini akan terpilih menjadi pemenang.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait