facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kepala Dibenamkan ke Bak Air, Suami Bunuh Istri Hamil di WC Rumah Saudara

Agung Sandy Lesmana Rabu, 11 November 2020 | 13:54 WIB

Kepala Dibenamkan ke Bak Air, Suami Bunuh Istri Hamil di WC Rumah Saudara
Ilustrasi--garis polisi yang dipasang di lokasi kasus tindak pidana. [Istimewa/Polsek Mejayan]

Siti dibunuh di rumah saudara tersangka, Sahlan warga Desa Terban, pada Sabtu (7/11) dengan cara korban dibenamkan kepalanya ke dalam ember berisi air.

SuaraJawaTengah.id - Kepolisian Resor Batang, Jawa Tengah, berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap wanita hamil yang ditemukan di kamar mandi rumah saudara korban di Desa Terban, Kecamatan Warungasem.

Kepala Polres Batang AKBP Edwin Louis Sengka di Batang, Rabu, mengatakan bahwa korban Siti Anisah (24) yang tengah hamil lima bulan ini ternyata dibunuh oleh suaminya yang bernama Akhmad Suryo Putra Nugroho (29).

"Setelah melakukan penyelidikan intensif, petugas akhirnya menemukan bukti-bukti jika korban dibunuh oleh suaminya," katanya pada acara konferensi pers, Rabu (11/11/2020).

Siti dibunuh di rumah saudara tersangka, Sahlan warga Desa Terban, pada Sabtu (7/11) dengan cara korban dibenamkan kepalanya ke dalam ember berisi air.

Baca Juga: 2 Remaja Pembunuh Kawannya di Eks Galian Bukit Jamur Gresik Dites Jiwanya

"Korban yang dalam kondisi pingsan akibat penganiayaan sebelumnya oleh suaminya, kemudian dibawa ke kamar mandi dan kepalanya dimasukkan dalam ember berisi air hingga meninggal," katanya.

Kepala Kepolisian Resor Batang AKBP Edwin Louis Sengka memimpin rilis kasus pembunuhan suami bunuh istri. (ANTARA/Kutnadi)
Kepala Kepolisian Resor Batang AKBP Edwin Louis Sengka memimpin rilis kasus pembunuhan suami bunuh istri. (ANTARA/Kutnadi)

Edwin mengatakan bahwa untuk menghilangkan jejak perbuatan kejinya, tersangka meracik cairan yang minuman kaleng dicampur obat vitamin.

Cairan minuman kaleng yang dicampur dengan obat vitamin, kata dia, kemudian dimasukan ke dalam mulut dan hidung korban oleh tersangka agar tewasnya korban dianggap bunuh diri.

"Namun, dari kejelian petugas dan hasil bukti-bukti lainnya dalam menyikapi kasus itu, bahwa tewasnya Siti Anisah akibat dibunuh oleh suaminya," katanya.

Ia mengatakan pada kasus itu, polres mengamankan beberapa alat bukti seperti ember, gayung, 12 butir kapsul etabion, celana pendek, buku kesehatan ibu dan anak, dan satu lembar kartu periksa kesehatan.

Baca Juga: Keluarga Terkejut, Titik Dibunuh Tetangga Padahal Baru Saja Pindah Rumah

"Tersangka akan dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman pidana maksimal 15 tahun dan pasal 44 Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait