Pemerintah Harus Memastikan Keamanan Vaksin Sinovac

Tingkat efektifitas vaksin Sinovac di sana disebut melewati ambang batas 50 persen.

Siswanto | Deutsche Welle
Selasa, 05 Januari 2021 | 14:09 WIB
Pemerintah Harus Memastikan Keamanan Vaksin Sinovac
Ilustrasi vaksin covid 19 tiba [Antara]

SuaraJawaTengah.id - Berlin kini mendapat tekanan dari para pakar dan politisi karena dianggap tak mengamankan cukup dosis vaksin virus corona untuk program vaksinasi. Sementara di Indonesia, program vaksinasi akan berjalan 15 bulan.

Para pakar dan politisi Jerman mengkritik pemerintah di Berlin terkait kebijakan mengamankan pasokan vaksin yang cukup, dalam program vaksinasi massal virus corona di negara itu.

Sebagai bagian dari skema pengadaan vaksin Uni Eropa, pasokan vaksin buat Jerman bergantung kepada izin yang diberikan regulator di tingkat Eropa.

Namun ternyata, UE membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan negara-negara lainnya seperti Inggris, AS, dan Kanada untuk memberikan lampu hijau.

Baca Juga:Mengapa Posko Covid-19 di Daerah Harus Diaktifkan Lagi?

Sejauh ini hanya vaksin BioNTech-Pfizer yang diizinkan untuk digunakan di negara-negara anggota UE.

Secara keseluruhan UE hanya memesan sebanyak 300 juta dosis vaksin selama musim panas, meskipun banyak alternatif vaksin lainnya yang diyakini tersedia bagi mereka.

Frauke Zipp, dokter ahli saraf yang juga penasihat Akademi Ilmu Pengetahuan Leopoldina, mengkritik parlemen Jerman karena kurangnya rencana yang matang terkait pengadaan vaksin.

“Saya menganggap situasi saat ini sebagai kegagalan besar,“ katanya kepada surat kabar Jerman Die Welt, Sabtu (02/01).

“Mengapa mereka tidak memesan lebih banyak vaksin selama musim panas demi mengamankan pasokan?“

Baca Juga:Kepala Daerah Diminta Alokasikan Dana untuk Bikin Posko Covid-19

BioNTech tingkatkan produksi

BioNTech sebelumnya menyatakan, mereka sedang berusaha meningkatkan produksi vaksin setelah mendapat tekanan untuk menambah pasokan buat Uni Eropa.

Sementara itu Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn, menanggapi gencarnya kritik, membantah anggapan bahwa pemerintah lamban dalam menyiapkan program vaksinasi massal di sana.

“Semuanya berjalan persis seperti yang direncanakan,“ kata Spahn dalam siaran lewat stasiun TV swasta RTL.

Spahn menjelaskan, pihak pemerintah telah mengantisipasi kurangnya pasokan vaksin dan "memprioritaskan" siapa yang akan disuntik vaksin pada akhir Januari.

Menteri Luar Negeri Luksemburg, Jean Asselborn, juga membela strategi yang telah disiapkan UE.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak