Padahal, lanjutnya, sawah itu merupakan ladang penghasilannya selain berjualan makanan dan minuman kecil. Apalagi penghasilan dari berdagang itu tidak seberapa.
"Saya sakit sekali, berkali kali diperlakukan buruk seperti itu," ujarnya.
Sampai saat ini, Ramisah tak menyangka jika anaknya itu tega meminta ibunya pergi dari gubuk tua yang digunakan sebagai tempat jualan di sebuah warung jajan sederhana.
"Saya hidup mengandalkan jualan di warung kecil ini. Tanah ini merupakan tanah warisan suami saya, " jelasnya.
Baca Juga:Geger Kasus Rasisme, Bos PSIS Minta Semua Pihak Mencontoh Sepak Bola
Dia merasa sedih dan kaget, karena anak sulungnya itu tega menggugatnya. Sampai saat ini, dia tak pernah mengerti apa yang ada di fikiran Maryanah. Dia bersyukur karena anak-anaknya yang lain tak ikut menggugat.
"Saat saya membaca itu rasanya ingin menangis dan sedih. Saya tak tau apa yang ada difikirkannya," katanya.
Menurutnya, apa yang telah dilakukan oleh Maryanah merupakan tindakan yang keterlaluan. Dia mengaku sudah lelah dengan persoalan hukum yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri.
"Tindakannya melukai saya sebagai seorang ibu," ucapnya.
Kontributor : Dafi Yusuf
Baca Juga:Merawat Sendang Kedawung Magelang, Cadangan Air untuk Kehidupan