Di bengkel kerjanya yang cukup luas, Teguh hanya mengkhususkan diri untuk memproduksi kap lampu gantung dari bahan botol plastik bekas.
Ia memastikan, meski berbahan limbah bekas, tampilan produknya tidak kalah dengan kap lampu gantung dari bahan kaca/kristal.
“Produk Violette Lamp Galery sangat cocok ditempatkan di ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga, ruang tidur, resto maupun cafe,” ujar Teguh Priyombodo yang akrab dipanggil Yoyok.
Ia mengaku keisengannya untuk memanfaatkan limbah botol platik ini karena melihat kualitas botol minuman mineral yang digunakan sangat bagus dan lebih tebal dibandingkan dengan air mineral lainnya.
Baca Juga:Nilai Ekspor Merosot, Banyak Pengusaha Mebel Jepara Bangkrut
Apalagi ia juga agen resmi air meneral yang dikenal dengan PH tinggi tersebut.
“Saya prihatin botol dengan kualitas bagus itu cuma dijual loakan,” ujar lulusan SMIK Jepara yang saat ini menjadi SMKN 2 Jepara.
Keunggulan kap lampu Violette Lamp Galery, disamping harganya relatif murah dibandingkan kap lampu kaca/kristal juga sangat ringan hingga tidak membebani plafon rumah. Mengingat, bobot kap lampu yang paling besar tidak sampai 1,5 kg.
“Pemasangan dan perawatan juga sangat mudah karena titik lampu dan kap nya berdiri terpisah, sehingga saat diturunkan untuk dibersihkan tidak perlu repot mencopot instalasi listriknya. Saat membersihkan tinggal kasih busa sabun, disemprot pake air terus di lap hinga kering,” ujar Teguh.
Kini Teguh Priyombodo telah menghasilkan banyak desain kap lampu. Ia juga memberi nama yang unik untuk hasil karyanya seperti Diamond, Cleopatra, Blue Saphire, Double Diamond, Cleopatra Dua, Cleopatra Tiga, dan Masaru Emoto.
Baca Juga:Lagi, Gara-gara Cuaca Buruk Kapal Tongkang Terdampar di Pantai Jepara