alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Awas! Diet Ekstrem Saat Pandemi Covid-19 Bisa Buat Imunitas Drop

Budi Arista Romadhoni Rabu, 03 Maret 2021 | 21:19 WIB

Awas! Diet Ekstrem Saat Pandemi Covid-19 Bisa Buat Imunitas Drop
Ilustrasi diet ekstrem tidak disarankan dilakukan di tengah pandemi Covid-19, karena akan membuat imunitas menurun dan rawan tertular. [Dok. Suara.com]

Diet Ekstrem tidak dianjurkan dilakukan saat pandemi Covid-19, sebab bisa membuat imun kita menurun dan rawan tertular virus corona

SuaraJawaTengah.id - Diet ekstrem tak disarankan dilakukan di tengah Pandemi Covid-19. Sebab, imunitas akan terganggu dan menyebabkan mudah tertular virus corona.

Ketua Indonesia Sport Nutrisionis Association (ISNA) Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengatakan melakukan diet ekstrem saat pandemi tidak dianjurkan, karena akan menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan pada tubuh.

"Diet saat pandemi dibolehkan, hanya saja jangan ekstrem. Dietlah dengan mengatur makanan yang mengatur sistem imunitas tubuh (dengan baik)," kata Dr. Rita dilansir dari ANTARA, Rabu (3/3/2021).

Dr. Rita memaparkan, melakukan diet ekstrem atau ketat dapat mengganggu keseimbangan asam basa, metabolisme tubuh, hingga malnutrisi. Kerusakan metabolik itu akan terjadi proses peradangan dalam tubuh, dan dapat melemahkan imunitas.

Baca Juga: Pandemi Belum Reda, Virus Corona B117 Inggris Masuk RI

Diet ekstrem mungkin dapat memangkas beberapa kilogram dari berat badan, namun metabolisme juga bisa terpengaruh.

"Melakukan diet ekstrem tidak disarankan, karena bisa jadi yang berkurang adalah air, massa otot dan massa tulang. Pada saat proses penurunan berat badan, yang seharusnya hilang adalah lemak," kata dia.

Dr. Rita kemudian membagikan sejumlah hal yang perlu diperhatikan bagi mereka yang ingin melakukan diet sehat selama pandemi. Pertama adalah defisit energi atau defisit kalori untuk menurunkan berat badan.

Kalori dalam makanan menyediakan energi dalam bentuk panas, sehingga tubuh dapat berfungsi dengan baik, bahkan ketika tubuh sedang beristirahat sekali pun.

"Selanjutnya adalah meningkatkan asupan tinggi protein rendah lemak, dan zat gizi seimbang. Lalu, asupi tubuh dengan makanan yang mengandung zinc, vitamin C, vitamin E, beta karoten, dan zat besi," kata Dr. Rita.

Baca Juga: Diet ala Tya Ariestya Tuai Kritik Tajam dari Ahli Gizi, Dinilai Janggal

Kelima zat yang disebutkan di atas merupakan zat yang memiliki sifat antioksidan yang diperlukan tubuh untuk melawan efek dari paparan radikal bebas. Radikal bebas dapat merusak susunan DNA sel, meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh, menyebabkan peradangan, dan melemahkan daya tahan tubuh.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait