Penipuan Modus Beasiswa, 2 Wali Murid SMK Maarif NU Banyumas Jadi Korban

Penipuan beasiswa di Banyumas itu memaksa keduanya diharuskan transfer

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 11 Maret 2021 | 14:11 WIB
Penipuan Modus Beasiswa, 2 Wali Murid SMK Maarif NU Banyumas Jadi Korban
Ilustrasi pendidikan beasiswa. (Shutterstock)

SuaraJawaTengah.id - Penipuan berkedok beasiswa prestasi terjadi di Banymas. Korbannya adalah dua wali murid SMK Maarif NU Ajibarang.

Penipuan beasiswa itu memaksa keduanya diharuskan transfer dengan nominal berbeda sebagai syarat untuk mencairkan dana bantuan tersebut.

“Wali murid sekolah dihubungi orang tak dikenal melalui sambungan telpon, dikirim pesan melalui Whatsapp dan pesan. Ia mengatasnamakan sekolah untuk menyalurkan beasiswa, namun dengan permintaan jaminan uang,” kata Kepala TU SMK Maarif NU Ajibarang Kabupaten Banyumas, Imam Sofyan dilansir dari Hestek.id Selasa (9/2/2021). 

Hal ini baru diketahui pihak sekolah saat ada dua wali murid yang datang dalam waktu berbeda meminta konfirmasi kebenaran informasi beasiswa tersebut.

Baca Juga:Batalkan Pernikahan, Warga Banyumas Disanksi Membayar Rp150 Juta oleh MA

“Ada wali siswa ke sekolah minta konfirmasi mempertanyakan beasiswa prestasi. Namun untuk saat ini tidak ada pengumuman. Selang beberapa hari ada lagi yang lapor,” katanya.

Khawatir, pihak sekolah memutuskan untuk menyebarluaskan informasi melalui grup wali kelas. Rupanya bukan dua orang itu saja, beberapa wali murid kelas X juga banyak yang mendapat pesan dan telepon dari orang tak dikenal.

“Sejauh ini sudah ada dua walimurid yang mengaku telah mengirimkan uang. Satu orang mentransfer senilai Rp 500 ribu, satunya mengirim Rp 1,7 juta melalui ATM,” katanya.

Dari pengakuan wali murid, kata dia, uang tersebut dikirm dengan kode Briva dan  dijadikan modus untuk bisa mencairkan beasiswa senilai Rp 3,8 juta.

“Saya sendiri juga sempat ditelpon. Ia membawa-bawa nama sekolah. Nggak tahu orang itu dapat data dari mana? kita juga bingung. Atau mungkin diretas atau dari mana, nggak tahu. Sekolah tidak pernah menyebarluaskan data siswa,” katanya.

Baca Juga:Dian Sastrowardoyo Beri 24 Beasiswa Rayakan Hari Perempuan Internasional

Atas peristiwa ini, pihak sekolah bersama wali murid telah melapor ke Kepolisan Sektor Ajibarang. Pihaknya juga melapor ke BRI, untuk mengetahui informasi terkait identitas pelaku.

Agar tidak terulang, ia meminta kepada wali murid mengabaikan telepon yang mengatasnamakan sekolah untuk meminta uang atau imbalan apapun.

“Kami mengimbau khususnya kepada wali murid dan masyarakat pada umumnya, untuk lebih berhati-hati merespon dari orang tak dikenal yang mengatasnamakan sekolah. Apalagi dengan meminta-minta uang, itu adalah penipuan,” katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak