Benarkah Melahirkan Normal Bisa Mempengaruhi Seksual, Ini Penjelasan Dokter

Melahirkan normal sudah menjadi kodrat seorang wanita, bagaimana dengan anggapan melahirkan akan mempengaruhi seksual? ini jawabannya

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 11 Maret 2021 | 19:20 WIB
Benarkah Melahirkan Normal Bisa Mempengaruhi Seksual, Ini Penjelasan Dokter
Ilustrasi melahirkan normal sudah menjadi kodrat seorang wanita.[Pexels/Rene Asmussen]

SuaraJawaTengah.id - Melahirkan anak sudah menjadi kodrat seorang perempuan. Melalui vagina, seorang perempuan akan melahirkan bayi yang ia kandung selama sembilan bulan. 

Namun, dengan melahirkan secara normal kebanyakan wanita akan berfikir masalah kepuasan seksual dengan pasanganya akan berkurang. 

Tak sedikit, seorang perempuan yang akhirnya tidak sedikit pada ibu yang memutuskan untuk operasi sesar dan menghindari melahirkan normal demi menjaga kepuasan seksual dikemudian hari. Benarkah demikian?

Dokter spesialis kandungan dari Klinik Health 360 Indonesia, dr. Ivan Maurits Sondakh, Sp.OG, mengatakan tidak ada hubungan antara kelahiran normal dengan kepuasan seksual.

Baca Juga:Mendikbud Nadiem Makarim Siapkan Aturan Cegah Kekerasan Seksual di Kampus

Dalam vagina terdapat otot-otot dan hormon yang dapat membuat organ dan ligamen menjadi lebih rileks. Saat melahirkan secara normal, otot-otot tersebut akan melebar namun akan kembali pada posisi semula.

"Seiring berjalannya waktu akan kembali ke ukuran yang mendekati semula. Kepuasan seksual tidak bergantung pada vagina ini, kadang-kadang ada yang dipengaruhi oleh faktor psikis," ujar dr. Ivan dilansir dari ANTARA Kamis (11/3/2021). 

Menurutnya Proses melahirkan secara sesar atau normal pada dasarnya ditentukan atas indikasi medis seorang ibu. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa pada saat melahirkan normal dengan kasus tertentu dapat membuat robekan lebih luas.

"Mungkin kalau lahiran normal ada faktor-faktor lain seperti melahirkan bayi yabg besar, atau robekan cukup luas atau otot tidak tersambung baik mungkin akan menyebabkan gangguan," kata dr. Ivan.

"Tapi secara normal kalau semua berjalan dengan baik tidak ada masalah untuk kepuasaan seksual itu sendiri. Jadi jangan khawatir dia enggak akan berpengaruh," imbuhnya.

Baca Juga:Hari Perempuan Sedunia, Lawan Pelecehan Seksual di Ruang Publik

Faktor kepuasan seksual pasca melahirkan ditentukan oleh beberapa sebab. Menurut dr. Ivan yang paling banyak adalah masalah psikis.

"Setelah melahirkan dia jadi enggak percaya diri untuk melakukan hubungan seksual akhirnya timbul ketidakpuasan," kata dr. Ivan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak