“Amdal-nya disatukan dengan proyek pembangunan Bendungan Bener. Seharusnya terpisah,” kata Nawaf.
Gempa Dewa pernah melaporkan sejumlah pihak termasuk Gubernur Jawa Tengah ke Ombudsman RI Perwakilan Jateng atas dugaan maladministrasi rencana penambangan batu andesit di Desa Wadas.
![Lokasi proyek pembangunan Bendungan Bener. [Solopos/Istimewa/Purworejokab.go.id]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/04/27/28046-proyek-bendungan-bener.jpg)
Kuasa hukum warga, Nur Rohman, mengatakan pihak yang dilaporkan diantaranya Gubernur Jateng yang mengeluarkan surat keputusan izin peruntukan lahan (IPL), Balai Besar Wilayah Sungai Opak-Serayu ( BBWSO) sebagai pemrakarsa bendungan, PT. Pembangunan Perumahan (PP) selaku pemenang paket tiga terkait penambangan, dan PT. Viratama yang menerima sub kotrak proyek dari PT. PP.
Dugaan maladministrasi karena rencana penambangan batu andesit tanpa melibatkan partisipasi masyarakat setempat. Dalam amdal juga tercantum tidak ada warga yang menolak, tapi kenyataannya sebaliknya.
Baca Juga:Warga Wadas Purworejo Ribut dengan Aparat, PKB Minta Gubernur Turun Tangan
Laporan warga diterima Asisten Bidang Penerimaan dan Verifikasi Laporan Ombudsman RI Perwakilan Jateng, Nafi Al Rasyid. Ombudsman selanjutnya akan melakukan verifikasi terkait syarat formil laporan, sebelum dilanjutkan verifikasi materil laporan.
“Ini daerah rawan bencana. Kemarin pas hujan di tebing-tebing pinggir jalan kan banyak yang longsor juga. Daerah perbukitan. Masalahnya nanti ini (teknik penambangan) di-blasting juga kan. Takutnya di situ juga nanti longsor,” kata Nawaf Syarif Nawawi, pemuda Desa Wadas yang aktif menolak penambangan.
Benarkah Desa Wadas berada di kawasan rawan bencana, sehingga tidak layak dijadikan lokasi penambangan?
Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo secara topografis berada di Perbukitan Menoreh. Sebagian besar lahan ada di sudut kemiringan terjal dengan jenis batuan beku yang bagian luarnya sedang melapuk menjadi tanah.
Tingkat pelepasan batuan sangat tinggi sehingga potensial menjadi longsor. Berdasarkan Peta Kemiringan Lereng Lembar Purworejo (2004) yang dikeluarkan Bappeda Kab Purworejo, dari 28 desa di Kecamatan Bener, sebagian besar bertopografi miring hingga sangat terjal.
Baca Juga:Polisi dan Warga Bentrok di Desa Wadas, YLBHI: Pelanggaran Hukum Serius
Kecamatan Bener merupakan salah satu dari 6 kecamatan yang rawan bencana longsor lahan di Kabupaten Purworejo.