alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Lama Tak Direspon Pemerintah, Warga Semarang Iuran Bangun Jembatan Mambu

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 21 Mei 2021 | 15:18 WIB

Lama Tak Direspon Pemerintah, Warga Semarang Iuran Bangun Jembatan Mambu
Ketika pengendara melewati jembatan bambu diĀ  Kalialang Lama (suara.com/Dafi Yusuf)

Jembatan di Kota Semarang tersebut sudah ambles sejak lima bulan yang lalu, namun tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah

SuaraJawaTengah.id - Warga Kalialang Lama, Gunungpati, Kota Semarang iuran membangun jembatan dengan bambu lantaran bosan menunggu pemerintah yang tak kunjung merespon perbaikan jembatan yang menghubungkan Kalialang Lama dan Bendansari.

Ketua RW 1  Sukorejo, Siswanto mengatakan, jembatan tersebut sudah ambles sejak lima  bulan yang lalu. Sebelum dibangun jembatan bambu warga sekitar harus menggunakan tangga untuk keluar desa.

"Sebelumnya warga yang jalan kaki  bisa dengan memakai tangga namun untuk yang menggunakan sepeda  motor maupun mobil harus  memutar arah yang jarakny  sekitar 5 kilometer," jelasnya kepada suara.com, Jumat (21/5/2021).

Pembuatan jembatan bambu merupakan respon dari warga sekitar yang berasal dari Desa Kalialang dan Bendansari. Tanpa jembatan bambu itu aktifitas warga terganggu karena harus memanjat tangga yang cukup berbahaya.

Baca Juga: Ketupat Jembut, Makanan Khas Semarang Ketika Menyambut Syawalan

"Jembatan bambu itu kita sambunngkan ke jembatan yang rusak itu," ujarnya.

Meski terbilang beresiko, dengan jembatan bambu itu kini warga tak lagi menggunakan tangga untuk keluar masuk desa. Selain  itu,  warga yang menggunakan sepeda motor juga bisa melintas di jembatan bambu tersebut.

"Kalau  dihitung jembatan itu  baru dibangun 2 minggu yang lalu. Kini alhamdulilah sudah bisa digunakan  untuk sepeda motor.

Dia menambahkan, jembatan tersebut berasal dari iuran dalam bentuk uang dan barang dari warga  Kaliang Lama dan Bendansari. Beberapa warga ada yang menyumbang bambu, paku, kayu dan beberapa barang yang lain.

"Jembatan itu sangat penting karena menghubungkan  dengan pemakaman," ucapnya.  

Baca Juga: Mengenal Kupat Jembut, Hidangan Lebaran Khas Semarang yang Menggugah Selera

Pengguna jalan lain, Harun mengaku prihatin dengan kondisi jembatan. Namun, katanya, sekarang lebih lumayan di banding dengan sebelum Ramadan kemarin, di mana sama sekali tidak bisa dilalui.

Dia berharap agar jembatan bisa segera diperbaiki secara optimal. Sehingga, selain sepeda motor nantinya bisa kembali dilalui pengendara mobil.

"Kalau dulu saya sering lewat sini pakai mobil. Sekarang nggak bisa, jadi kalau ngangkut barang itu ya harus mutar lewat jalan lain," keluh Harun.

Untuk diketahui, jembatan tersebut menjadi penghubung antara Kampung Kalialang di Kelurahan Sukorejo dengan Kampung Bendosari di Kelurahan Sadeng.

Kontributor : Dafi Yusuf

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait