Jangan Egois, Ini 6 Etika yang Harus Diperhatikan Para Pesepeda

Namun tak semua orang mengetahui etika bersepeda di jalan raya agar tidak merugikan pengguna jalan lainnya.

Ronald Seger Prabowo
Minggu, 30 Mei 2021 | 16:43 WIB
Jangan Egois, Ini 6 Etika yang Harus Diperhatikan Para Pesepeda
Pemotor plat AA acungkan jari tengah ke rombongan pesepeda. [Twitter]

SuaraJawaTengah.id - Semenjak viralnya foto pemotor yang mengacungi jari tengahnya kepada para pesepeda, tentunya menimbulkan pro kontra di media sosial. Bahkan tak sedikit warganet yang menyalahkan para pesepeda yang dinilai tidak berada di jalurnya.

Memang olahraga bersepeda ini mulai digemari pada saat pandemi covid-19 melanda. Namun tak semua orang mengetahui etika bersepeda di jalan raya agar tidak merugikan pengguna jalan lainnya. Terlebih di Ibukota Jakarta telah disediakan jalur khusus bagi pengguna sepeda.

Maka agar perjalanan bersepedamu menyenangkan dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. Kamu harus memperhatikan 6 etika dasar yang dibagikan akun twitter @B2WIndonesia dalam infografisnya, pada Jumat (28/05/2021).

Sebab etika bagi pesepeda merupakan panduan mana yang baik dan mana yang buruk, sifatnya memang tidak seperti aturan hukum tanpa ada sanksi.

Baca Juga:Membuat Rileks, Manfaat Mandi Air Panas Setara dengan Olahraga Intensitas Rendah

Meski begitu etika tidak kalah pentingnya, terutama menyangkut orang lain dan kehidupan berama yang saling hormat dan saling menghargai. Yuk simak baik-baik dibawah ini:

1. Beri Tanda Saat Akan Berbelok

Beri tanda dengan tangan Anda saat akan berbelok. Hal ini sangat penting untuk memberi informasi kepada pesepeda di belakang maupun pengguna jalan yang lain. Jangan memotong jalan secara tiba-tiba dan pastikan manuver aman.

2. Gunakan Kata-kata yang Sopan

Sepeda tidak dilengkapi klakson. Satu satunya cara untuk memberi tahu keberadaan pesepeda adalah dengan suara. Pilihlah kata-kata yang sopan tapi tegas dan hindari berteriak-teriak, apalagi mengumpat.

Baca Juga:Pesepeda Meninggal di Jalan Lidah Kulon Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

3. Tetap di Lajur Kiri

Sebisa mungkin tetaplah di lajur kiri, kecuali sedang menghindari lubang atau menghindari kendaraan yang berhenti. Pastikan saat berpindah lajur tidak ada kendaraan dari belakang.

4. Berhenti Saat Lampu Merah

Berhenti di lampu merah memang merepotkan, apalagi kalau menggunakan cleat. Membuka dan memasang kembali cleat cukup merepotkan, tapi tidak sebanding dengan bahaya yang ditimbulkan jika menerobos lampu merah.

5. Kelompok Kecil

Bersepeda dalam peleton besar memang menyenangkan, tapi tidak menutup kemungkinan atau bahan berbahaya jika dilakukan di jalan terbuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak