alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

"Jaga Tetangga Jaga Keluarga" Begini Kunci Sukses Desa Karangnangka Hadapi Covid-19

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:56 WIB

"Jaga Tetangga Jaga Keluarga" Begini Kunci Sukses Desa Karangnangka Hadapi Covid-19
Wasis Wardhana selaku koordinator Tim Relawan Lawan Covid-19, Desa Karangnangka saat acara diskusi dengan Suara.com dengan tema Dari Desa Melawan Pandemi Global Covid-19, Jumat (18/6/2021).

Sebelum ada Program Jogo Tonggo, Desa karangnangka di Banyumas ini sudah lebih menerapkan Jaga Tetangga Jaga Keluarga

SuaraJawaTengah.id - Pandemi Covid-19 membuat seluruh lapisan masyarakat tanpa kecuali dipaksa beradaptasi dengan kebiasaan baru. Termasuk di Desa Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas.

Selama massa pandemi dalam waktu kurun waktu setahun ini, tercatat baru ada 32 warga yang positif Covid-19 dari total kisaran 4.200 jumlah penduduk yang bermukim di desa setempat.

Keberhasilan minimnya penularan Covid-19 di wilayah ini juga tidak lepas dari peran Tim Relawan Lawan Covid-19, Desa Karangnangka yang dibentuk pada tahun lalu.

Peran tim ini berbeda dengan, tim gugus tingkat RT. Tim tersebut yang menginisiasi keterlibatan dasawisma untuk menyosialisasikan ke rumah warga tentang bagaimana penerapan protokol kesehatan.

Baca Juga: Mirip Desa di Swiss, Ini Pesona Wisata di Kabupaten Banyumas

"Tentu saja ini yang menjadi pembeda dari wilayah lainnya. Karena dasawisma kan ada di setiap RT. Pasti ada kedekatan psikologis yang lebih mengena. Berbeda jika itu tingkat desa," kata Wasis Wardhana selaku koordinator Tim Relawan Lawan Covid-19, Desa Karangnangka saat acara diskusi dengan Suara.com dengan tema Dari Desa Melawan Pandemi Global Covid-19, Jumat (18/6/2021).

Menurutnya, ada 65 dawis yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Jika digabung dengan tim relawan yang bergerak jumlahnya total ada 75 orang. Tentu saja ini akan lebih efektif dalam menjaga kepercayaan warga karena sifatnya dalam lingkup RT.

Hal ini juga sejalan dengan program Jogo Tonggo yang dicanangkan oleh Pemprov Jawa Tengah pada pertengahan tahun 2020. Bahkan sebelum adanya program ini Wasis telah lebih dahulu bergerak melalui tim dawis yang dibentuk.

Namun tentu saja ada tantangan yang dihadapi. Warga yang sudah terlanjur tidak percaya virus Covid-19, harus diyakinkan berulang kali hingga yakin virus ini benar-benar nyata. Arus informasi melalui internet yang begitu deras tentu saja menjadi pemicu. Terlebih setelah adanya teori-teori konspirasi bermunculan.

"Orang desa kan istilahnya ada yang menyebut adol jere kulak ndean (jual katanya, kulakan kayanya). Nah setelah kita ajak diskusi ya akhirnya mereka tidak punya argumen yang kuat. Lambat laun, akhirnya jadi percaya. Meski tidak 100 persen ya," jelasnya.

Baca Juga: Angkat Isu Harimau Sumatra, Sutradara Banyumas Raih Penghargaan Internasional

Momentum adanya jenazah pasien Covid-19 yang dikubur di Desa Karangnangka juga dimanfaatkan oleh Wasis untuk lebih meyakinkan warga. Setelah itu, tingkat kepercayaan warga juga meningkat terkait keberadaan virus Covid-19.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait