Jembatan Gantung Seribu Janji Magelang, Warga: Takut Nyebrang Tapi Terpaksa

Meski berbahaya, jembatan gantung di magelang ini tetap dilewati warga

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 03 Juli 2021 | 08:58 WIB
Jembatan Gantung Seribu Janji Magelang, Warga: Takut Nyebrang Tapi Terpaksa
Warga menyebrangi “jembatan seribu janji” yang menghubungkan Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang dan Kecamatan Kramat Utara, Kota Magelang. [suara.com/ Angga Haksoro Ardhi]

Memang jembatan ini bukan satu-satunya akses penghubung Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang dengan Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.

Sekitar 5 kilometer dari titik jembatan gantung Kramat terdapat jembatan gantung lainnya yang kondisinya lebih baik. Sedangkan letak jembatan permanen yang menjadi jalur utama penyebrangan Bandongan-Kota Magelang, letaknya lebih jauh lagi.

Kepala Desa Rejosari, Muhamad Badarodin mengatakan, jarak jembatan gantung di Dusun Tambak Watu ke balai desa sekitar 2,5 kilometer. Hampir seluruh jalan akses antar dusun masih berupa cor beton 2 tapak.

Sedangkan jalan Kali Salak yang menuju jalan utama Bandongan-Windusari kondisnya rusak parah. Warga Rejosari yang hendak menuju Kota Magelang, hanya punya pilihan: melintasi jalan rusak dengan jarak tempuh jauh atau menyebrang jembatan gantung yang kondisinya membahayakan.

Baca Juga:Ya Ampun! Jembatan di Magelang Ini Diberi Nama 'Seribu Janji', Alasannya Bikin Miris

“Harapan kami jembatan penghubung di Dusun Tambak Watu itu segera diperbaiki. Akses jalan itu menjadi penghubung ekonomi yang bisa meningkatkan kesejahteraan warga Desa Rejosari,” ujar Muhamad Badarodin.

Menurut Kepala Desa, proses pembebasan lahan terkait pembangunan jembatan sudah mulai dilakukan sejak tahun 2017. Tapi Badarodin tidak merinci apakah pembebasan lahan sudah sepenuhnya selesai.

“Proses pembebasan lahan sudah dimulai sejak 2017. Tapi saya kurang tahu kelanjutannya karena saya menjabat Kepala Desa baru tahun 2020 kemarin.”

Terkait rencana revitalisasi jembatan gantung Kramat, Wali Kota Magelang, Muchamad Nur Aziz mengatakan, rencana pembangunan jembatan dilakukan oleh pemerintah pusat, Provinsi Jawa Tengah, serta Kota dan Kabupaten Magelang.

“Itu rencana ada pembangunan kerja sama antara pusat, provinsi, kabupaten dan kota. Ini masih dalam rangka penggondokan,” kata Aziz kepada wartawan.

Baca Juga:Tak Sanggup Melayani Pasien Covid-19, IGD RSUD Tidar Kota Magelang Tutup

Pemerintah Kota Magelang kata Aziz sudah menyiapkan lahan pendukungnya. Namun demikian, sekarang masih menunggu karena ada refocusing anggaran.

“Insya Allah memang sudah kami siapkan. Kota Magelang sudah menyiapkan lahan pendukungnya, kemudian kabupaten juga seperti itu. Nanti kita tunggu, apalagi ini lagi refocusing sehingga semua dana untuk infrastruktur dikurangi untuk focus ke penanganan Covid-19. Mudah-mudahan tetap terbangun.”

Kontributor : Angga Haksoro Ardi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak