Bagi Greysia, sosok Rickettsia seperti seorang ayah. Terlebih, Greysia sudah menjadi anak yatim sejak masih berumur dua tahun sepeninggal ayahnya.
Greysia lagi-lagi merasa ‘down’. Namun kali ini situasinya sudah berbeda, ia memiliki suami dan juga Apriyani yang dengan sigap memeluknya erat-erat serta menyemangatinya. Pelan-pelan, Greysia pun bangkit.
Memasuki 2021, Greysia/Apriyani mengawali prestasi mereka dengan menyabet gelar juara Thailand Open pada Januari. Setelah itu, mereka fokus dengan persiapan untuk Olimpiade Tokyo yang berlangsung mulai 23 Juli hingga 8 Agustus 2021.
Tembus ke final Olimpiade Tokyo
Baca Juga:Belinda Bencic Raih Emas Tenis Tunggal Putri Olimpiade Tokyo
Perjalanan Greysia/Apriyani di Olimpiade Tokyo tidaklah mudah. Mereka harus menghadapi lawan-lawan yang tangguh sebelum akhirnya mendarat di partai final pesta olahraga terakbar itu.
Menempati peringkat keenam dunia, Greysia/Apriyani memulai perjalanan mereka di Olimpiade Tokyo dari grup A bersama dengan Malaysia, Inggris dan Jepang.
Pada laga pembuka, Greysia/Apriyani menaklukkan pasangan Malaysia Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean dengan skor 21-14, 21-17.
Kemudian, mereka kembali memetik kemenangan 21-11, 21-13 atas ganda putri Inggris Chloe Birch/Lauren Smith.
Pada laga penyisihan terakhir grup, Greysia/Apriyani menumbangkan wakil tuan rumah sekaligus pasangan nomor satu dunia Yuki Fukushima/Sayaka Hirota lewat drama rubber game 24-22, 13-21, 21-8.
Baca Juga:Olimpiade Tokyo: Mundur dari Ganda Campuran, Djokovic Pulang Tanpa Medali
Dengan hasil tersebut, Greysia/Apriyani berhak melanjutkan ke babak perempat final sebagai juara grup A.