Tepati Janji! Pertama Terapkan Jogo Tonggo, Ganjar Akhirnya ke Karangnangka Banyumas

Gubernur Ganjar menepati janjinya untuk datang ke desa Karangnangka Banyumas, melihat desa yang pertama menerepkan Jogo Tonggo

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 06 Agustus 2021 | 17:55 WIB
Tepati Janji! Pertama Terapkan Jogo Tonggo, Ganjar Akhirnya ke Karangnangka Banyumas
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melihat penerapan program Jogo Tonggo dan penyerapan dana desa untuk penanggulangan Covid-19 di Desa Karangnangka, Kedungbanteng, Purwokerto, Jumat (6/8/2021). [Dok Pemprov Jateng]

SuaraJawaTengah.id - Masih ingat dengan Sunarto, salah satu Kepala Desa di Banyumas? Saat Rembug Desa beberapa waktu lalu, Sunarto yang tak lain adalah Kades Karangnangka Banyumas menantang Ganjar untuk datang ke desanya, dan akan diajari caranya menangani pandemi.

Saat Rembug Desa itu, Sunarto mengatakan bahwa desanya sudah memiliki program Jogo Tonggo dan Jogo Warga sejak 2019 lalu. Bahkan Sunarto mengatakan program itu sudah ada sebelum Ganjar mencetuskan Jogo Tonggo.

"Karangnangka tahun 2019 uwis nduwe Jaga Tangga Jaga Warga. Pak Gubernur datang ke sini saja, nanti tak ajari carane," katanya.

Ganjar pun saat itu menganggukkan kepala. Ia berjanji akan datang ke Desa Karangnangka untuk belajar pada Sunarto.

Baca Juga:Pemilu 2024 dan Tantangan Parpol Baru

Ternyata bukan omong kosong belaka. Jumat (6/8), Ganjar benar-benar datang ke Desa Karangnangka Banyumas untuk belajar dari Sunarto. Ternyata benar, penanganan pandemi di desa itu memang sangat baik.

"Kami punya group WA pak, untuk memantau semua warga. Jadi tiap hari kami cek, ana ora wargane sing mriang (ada tidak warganya yang sakit). Kalau ada langsung ditangani," kata Sunarto.

Selain itu, di desanya tersebut terdapat 33 warga yang positif Covid-19. Karena mereka isolasi di rumah, maka keluarga serumah pasien dianggap positif dan juga wajib melakukan isolasi.

"Urusan permakanan kita suport pak. Ada iuran dari RT dan warga sekitar. Dari kami juga berikan, tentu melihat apakah dia layak atau tidak," tegasnya.

Dan yang paling dipamerkan Sunarto adalah Nakes Dadakan. Jadi, di desanya itu Sunarto mengajari ibu-ibu Dasawisma untuk dijadikan tenaga kesehatan dadakan yang tugasnya mengecek kesehatan pasien positif Covid-19 setiap hari.

Baca Juga:Ganjar Pranowo Ganti Mobil, Kemana Mobil Dinas yang Menemaninya Sejak Dilantik?

"Kalau mengandalkan bidan desa saja kan kasihan pak, 24 jam ora turu (tidak istirahat). Makane Dawis tak optimalna (makanya Dawis saya optimalkan). Ana wong 16 pak, ibu-ibu Dawis sing dadi nakes dadakan (ada 16 orang ibu-ibu dawis yang jadi nakes dadakan)," terangnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini