facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Penurunan Permukaan Tanah 0,5 Sentimeter Setiap Tahun, ESDM Tambah 12 Patok di Pekalongan

Budi Arista Romadhoni Rabu, 18 Agustus 2021 | 20:42 WIB

Penurunan Permukaan Tanah 0,5 Sentimeter Setiap Tahun, ESDM Tambah 12 Patok di Pekalongan
Perwakilan Badan Geologi Kementerian ESDM bersama Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sedang memeriksa patok tanda penurunan muka tanah di Stadion Hoegeng Kecamatan Pekalongan Barat, Rabu (18/8/2021). [ANTARA/Kutnadi]

ESDM menambah 12 patok penanda penurunan permukaan tanah

SuaraJawaTengah.id - Pantai Utara Jawa Tengah mengalami penurunan permukaan tanah. Salah satunya Kota Pekalongan

Penurunan permukaan tanah itu mengaibatkan beberapa wialayah di pekalongan sering terjadi banjir rob. 

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menambah 12 patok penanda penurunan permukaan tanah (land subsidence) untuk dipasang di sejumlah titik wilayah Kota Pekalongan. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan Anita Heru Kusumorini mengatakan bahwa pemasangan 12 patok penanda penurunan muka tanah itu untuk mengetahui persis berapa penurunan tanah di daerah setempat.

Baca Juga: Pakar ITB Sebut 3 Daerah di Jawa Tengah Ini Bakal Tenggelam, Mana Saja?

"Saat ini memang masih dalam masa pemantauan dan penelitian dari berbagai pihak, di antaranya dari Badan Geologi yang memasang patok (land subsidence) di Stadion Hoegeng dan wilayah di Kecamatan Pekalongan Selatan," katanya di Pekalongan, Rabu (18/8/2021). 

Dengan semakin banyak alat yang digunakan untuk mendeteksi, katanya, akan semakin jelas titik-titik di mana tanah itu sebetulnya turunnya berapa sentimeter per tahunnya dan di daerah-daerah mana saja yang perlu mendapatkan perhatian khusus dengan adanya laju penurunan tanahnya yang cepat.

‎Kondisi wilayah pesisir Kota Pekalongan di Jalan Semudera, Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara yang semakin tergerus terjangan rob, Selasa (10/8/2021).[Suara.com/F Firdaus]
‎Kondisi wilayah pesisir Kota Pekalongan di Jalan Semudera, Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara yang semakin tergerus terjangan rob, Selasa (10/8/2021).[Suara.com/F Firdaus]

Sebanyak 12 patok dari Badan Geologi itu, kata dia, akan dipasang di empat titik di mana masing-masing wilayah ditempatkan tiga patok di satu titik lokasi.

"Empat titik lokasi yang akan dipasang penanda 'land subsidence' tersebut adalah Kelurahan Panjang Baru dan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara dan Kelurahan Setono serta Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat," katanya.

Anita mengatakan sebelumnya sudah ada dua patok tanda penurunan muka tanah yang dipasang yaitu di Stadion Hoegeng Kecamatan Pekalongan Barat yang turun sekitar 0,5 sentimeter per bulan sehingga setiap tahunnya hampir enam sentimeter.

Baca Juga: Hendak Transaksi Narkoba, Warga Pekalongan Ini Malah Berakhir Ngenes!

Patok kedua yang sudah terpasang, kata dia, ada di Kecamatan Pekalongan Selatan yang menunjukkan penurunan muka tanah relatif tidak terlalu cepat atau sekitar 0,2 sentimeter per bulan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait