alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bagian dari Ramalan Jayabaya, 7 Presiden RI Memiliki Garis Keturunan Suku Jawa

Budi Arista Romadhoni Kamis, 09 Desember 2021 | 16:15 WIB

Bagian dari Ramalan Jayabaya, 7 Presiden RI Memiliki Garis Keturunan Suku Jawa
Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Kalbar pada Rabu (8/12/2021) dengan sejumlah agenda, salah satunya peresmian Bandara Tebelian di Sintang. [ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr]

Pemimpin Negera Indonesia diramalkan oleh Jayabaya dari keturunan Mataram atau juga sering disebut suku jawa, benarkah demikian?

SuaraJawaTengah.id - Indonesia selalu dipimpin oleh orang-orang dari suku Jawa. Dari Presiden Soekarno hingga Joko Widodo memiliki garis keturunan orang jawa. 

Selama 76 tahun berdiri, Indonesia telah dipimpin oleh tujuh presiden. Salah satu presiden yang bukan dari Suku Jawa adalah almarhum B.J Habibie yang lahir di Gorontalo, tetapi masih memiliki garis keturunan Jawa dari ibunya yang asalnya dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Saat itu beliau ditunjuk sebagai presiden di tengah situasi darurat karena adanya vacuum of power yang menyebabkan Presiden Soeharto harus mundur dari kursi kepresidenan yang diduduki selama 32 tahun.

Dari fakta ini, timbul pertanyaan mengapa Presiden Indonesia hampir semua memiliki latar belakang Suku Jawa? Jusuf Kalla sempat berkelakar mungkin butuh sekitar 100 tahun sejak Indonesia merdeka untuk memiliki presiden dari luar Jawa. Hal ini sejalan dengan pengalamannya yang kalah dalam tiga kali pilpres.

Baca Juga: Sidang Perdana Gugatan Korban Pinjol Terhadap Jokowi Ditunda

Menyadur dari Solopos.com, Guru Besar Sosiolinguistik Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M. Si, berpendapat permasalahan tentang perbedaan agama, suku, dan bahasa, dalam memilih calon presiden di Indonesia adalah hal yang tidak relevan.

Menurutnya, Indonesia adalah negara yang didirikan atas kesepakatan untuk bersatu di atas perbedaan etnis, bahasa, budaya, serta agama. Oleh sebab itu menurutnya dalam tulisan bertajuk Haruskah Presiden Orang Jawa yang diterbitkan di situs resmi UIN Malang, sosok presiden yang disebut harus dari Suku Jawa adalah hal aneh.

Apalagi dalam undang-undang tidak ada satu kata pun yang menyebut presiden harus dari suku Jawa.

Dia berharap semestinya bangsa Indonesia lebih dewasa dalam menentukan calon pemimpin. Kriteria untuk menjadi presiden utamanya adalah sosok yang tepat, siapapun dia dan dari manapun asalnya, yang dapat memajukan negara ini dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi, sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang disegani di dunia internasional.

Meskipun demikian, sampai saat ini dominasi orang Jawa dalam pemerintahan masih sangat kuat. Berdasarkan kondisi data kependudukan, sekitar 60 persen penduduk Indonesia adalah orang Jawa. Jadi tidak heran jika selama ini Presiden Indonesia selalu berasal dari Suku Jawa, karena pemegang suara terbesar adalah orang Jawa.

Baca Juga: Antisipasi Banjir, Jokowi Perintahkan Tanam Pohon di Tepi Sungai Kapuas Kalbar

Ramalan Jayabaya

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait