Dengan lebih sarkastis lagi, "AS" menganggap Bayern sebenarnya menggasak Barca 3-0 dalam sikap bagaikan harimau yang sudah kelelahan dan malas-malasan memburu anak kijang.
Barcelona sendiri mengakui malam itu mereka memang di bawah kelas Bayern Muenchen. "Bayern mendominasi kami. Bayern lebih baik. Itu kenyataannya. Tetapi kami akan bekerja keras dan mencurahkan segalanya sampai hal seperti ini tak terjadi lagi," kata pelatih Barcelona Xavi Hernandez.
Bek mereka, Ronald Araujo, bahkan lebih tajam dalam berintrospeksi dengan menyebut timnya bermain buruk sekali sehingga sebenarnya kalau mau Bayern bisa mempermalukan Barca lebih parah lagi, bukan dengan hanya 3-0.
"Memang benar, saat ini kami bukan termasuk tim-tim terbaik di Eropa," kata Araujo seperti dikutip BBC.
Baca Juga:Tersingkir dari Liga Champions, Barcelona Ramai Diledek Warganet: Welcome To Europa League
Namun bagi orang-orang yang lekat mengikuti Barca belakangan tahun ini, kekalahan mengerikan ini tak terlalu mengejutkan.
Barcelona sudah empat kali menjuarai Liga Champions sejak terakhir bermain dalam Liga Europa pada 2004. Total mereka sudah lima kali menjuarai Liga Champions, jika digabung dengan prestasi musim 1991-1992. Namun sejak terakhir kali menjuarai Liga Champions pada 2015, mereka terus terpuruk.
Dalam empat musim terakhir kompetisi ini saja, Barcelona kalah dengan minimal kebobolan tiga gol melawan Paris Saint-Germain (dua kali), Juventus (dua kali), Roma, Liverpool dan Benfica masing-masing sekali.
Sementara Bayern Muenchen, dalam 16 bulan terakhir sudah menyarangkan 14 gol ke gawang Barcelona cuma dari iga pertandingan, dan hanya kebobolan dua gol.
Titik balik
Baca Juga:Dibantai Bayern Munich 3-0, Barcelona Tersingkir dari Liga Champions
"Kini ada kesenjangan antara tim-tim terbaik Eropa dengan Barcelona. Kini mereka berada di liga yang berbeda di Liga Europa dan saya kira tak banyak suporter mereka yang beranggapan mereka bisa menjuarai Liga Europa," kata wartawan sepakbola Pete Jenson kepada BBC Radio 5 Live.