alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tolak Rehab Rumah dari Gubernur Ganjar, Fajar Nugroho Bukan Kader Kaleng-kaleng PDIP

Budi Arista Romadhoni Jum'at, 14 Januari 2022 | 07:29 WIB

Tolak Rehab Rumah dari Gubernur Ganjar, Fajar Nugroho Bukan Kader Kaleng-kaleng PDIP
Fajar Nugroho, kader PDI Perjuangan Kabupaten Temanggung menolak bingkisan dan bantuan rehab rumah dari Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. [suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

Fajar Nugroho kembalikan bantuan beras dari Gubernur Ganjar Pranowo, ta ternyata seorang kader PDIP di Temanggung

SuaraJawaTengah.id - Fajar Nugroho, warga Kabupaten Temanggung yang menolak bantuan rehab rumah dari Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, ternyata bukan kader kaleng-kaleng PDI Perjuangan.

Sedikitnya sudah 20 tahun Fajar mengabdi pada partai berlambang banteng moncong putih itu. Fajar Nugroho saat ini menjabat Wakil Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP Kecamatan Temanggung.

Posisi struktural partai dimulainya dari menjabat Wakil Bendahara Pengurus Ranting PDIP Desa Mungseng (sekarang Kelurahan Mungseng), Kecamatan Temanggung.    

Fajar menjabat Wakil Bendahara Ranting Mungseng selama 1 periode. Setelahnya dia dipercaya menduduki Wakil Ketua PAC untuk 2 periode.

Baca Juga: Bantuan Gubernur Dikembalikan Kader PDIP, Rudy Bela Ganjar Pranowo: Itu Bukan Manusia Menurut Saya

“Saya kalau di struktural sudah 2 periode. Berarti sudah 10 tahun di PAC Temanggung. Di ranting 1 periode, berarti sekitar 5 tahun. Kalau ditotal dengan masa menjadi anggota biasa, kurang lebih ada sekitar 20 tahun ya,” kata Fajar saat ditemui di rumahnya, Kamis (13/1/2022).  

Fajar Nugroho mengaku lahir di keluarga pengagum Presiden pertama RI, Ir Soekarno. Kakeknya, almarhum Hadi Slamet adalah seorang Marhaen.

Sejak berusia 8 tahun, Fajar sudah sering diajak simbah dan bapaknya ikut kampanye Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Dia kemudian ikut pindah haluan setelah PDI berubah menjadi PDI Perjuangan.

Saat sekolah dasar, Fajar bahkan pernah tidak naik kelas akibat pilihan politik orang tuanya. Pada masa Orde Baru, pegawai negeri sipil identik dengan pendukung Golkar yang tidak begitu menyukai simpatisan PDI dan PPP.  

“Orang tua mengajarkan politik seperti itu. Sampai saya dibenci sama guru. Dulu PNS sama orang ‘merah’ kan begitu. Saya sampai tinggal kelas 2 kali. Boleh dikatakan darah yang mengalir darah PDI,” ujar Fajar sambil tertawa mengenang masa kecilnya.

Baca Juga: Warga Temanggung yang Tolak Bantuan Ganjar Ternyata Kader PDIP: Tangan Kanan Ngasih, Tangan Kiri Nggak Boleh Melihat

Tidak aneh jika Fajar Nugroho kemudian tersinggung akibat unggahan video kunjungan Ganjar Pranowo ke rumahnya seolah merendahkan martabat partai. Sebagai petugas partai, dia merasa harus tunduk pada PDI Perjuangan. “Saya tidak mau partai saya dicederai.”

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait