facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Badan Geologi: Kubah Lava Gunung Merapi Tumbuh Hingga 10 Ribu Meter Kubik Per Hhari

Budi Arista Romadhoni Kamis, 27 Januari 2022 | 09:26 WIB

Badan Geologi: Kubah Lava Gunung Merapi Tumbuh Hingga 10 Ribu Meter Kubik Per Hhari
Arsip Foto. Pemandangan Gunung Merapi yang sedang mengeluarkan guguran lava pijar terlihat dari Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, Senin (3/1/2022). [ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/rwa]

Badan Geologi mencatat kubah lava tengah kawah dan kubah lava barat daya di Gunung Merapi terus tumbuh sebanyak 5.000 meter kubik dan 10.000 meter kubik

SuaraJawaTengah.id - Aktivitas Gunung Merapi terus diawasi. Hingga kini gunung yang berada di Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta itu masih aktif mengeluarkan guguran lava pijar. 

Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat kubah lava tengah kawah dan kubah lava barat daya di Gunung Merapi terus tumbuh dengan laju masing-masing sebanyak 5.000 meter kubik dan 10.000 meter kubik per hari.

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono mengatakan volume kubah tengah kawah terhitung sebesar 3 juta meter kubik dan kubah lava barat daya sebesar 1,67 juta meter kubik.

"Hasil analisis data drone dan kamera DSLR menunjukkan kondisi kedua kubah lava dan tebing-tebing puncak sekitarnya masih stabil," kata Eko dikutip dari ANTARA di Jakarta, Kamis (27/1/2022).

Baca Juga: Gunung Merapi Masih Siaga, Hari Ini Keluarkan Guguran Lava Pijar Sebanyak Enam Kali

Berdasarkan pemantauan Badan Geologi, perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Merapi di Jawa Tengah ini masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif dengan sifat erupsi efusif berupa pertumbuhan kubah lava dan pembentukan guguran lava dan awan panas.

Sejak 5 November 2020, status aktivitas Gunung Merapi berada pada tingkat Siaga level III. Mulai 4 Januari 2021, erupsi yang bersifat efusif terjadi berupa pertumbuhan kubah lava yang diikuti dengan pembentukan guguran lava dan awan panas guguran.

Eko menjelaskan bahwa aktivitas guguran lava dan awan panas guguran dominan bersumber dari kubah lava barat daya terutama ke arah Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal tiga kilometer.

Aktivitas vulkanik yang intensif dari kubah tengah kawah terjadi di akhir Juni 2021 ke Sungai Gendol arah tenggara dengan jarak luncur maksimal tiga kilometer.

Intensitas data pemantauan seismik internal dan deformasi dalam fase erupsi ini cukup signifikan, namun tidak meningkat secara menerus. Ekstrusi magma diperkirakan masih akan berlangsung dengan tipe erupsi cenderung bersifat efusif.

Baca Juga: Diguyur Hujan, Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 2,5 Km ke Barat Daya

Perubahan topografi lereng akibat aktivitas erupsi berpengaruh kepada potensi bahaya guguran dan awan panas berikutnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait