Duh! Sudah 500 Ribu Warga India Meninggal Akibat COVID-19

Total angka kematian akibat COVID-19 di India menembus angka 500.000 pada Jumat (4/2/2022)

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 04 Februari 2022 | 17:19 WIB
Duh! Sudah 500 Ribu Warga India Meninggal Akibat COVID-19
Ilustrasi Covid-19. Total angka kematian akibat COVID-19 di India menembus angka 500.000 pada Jumat (4/2/2022). (Freepik.com)

SuaraJawaTengah.id - Total angka kematian akibat COVID-19 di India menembus angka 500.000 pada Jumat (4/2/2022).

Banyak ahli kesehatan mengatakan angka itu sebenarnya telah tercapai tahun lalu namun dikaburkan oleh survei yang tidak akurat.

Kematian tidak tercatat di pedalaman, daerah tempat jutaan orang masih rentan terkena COVID-19.

India, negara dengan jumlah kematian COVID-19 tertinggi keempat di dunia, pada Juli tahun lalu mencatat 400.000 kematian dalam gelombang wabah varian Delta yang mematikan, menurut data pemerintah.

Baca Juga:Tekan Penyebaran Kasus COVID-19, Pemkot Pekalongan Aktifkan Kembali Satgas Jogo Tonggo

Sejumlah ahli percaya angka sebenarnya jauh lebih tinggi.

“Studi kami yang diterbitkan dalam jurnal Science memperkirakan 3 juta kematian akibat COVID di India hingga pertengahan 2021, dengan menggunakan tiga basis data yang berbeda,” kata Chinmay Tumbe, asisten profesor di Institut Manajemen India Ahmedabad, yang ikut menulis penelitian tersebut, kepada Reuters yang dikutip pada Jumat (4/2/2022). 

Bulan lalu, pemerintah India menolak hasil penelitian itu sebagai informasi yang tidak berdasar. Mereka mengatakan sistem pelaporan kelahiran dan kematian di India sangat kuat.

Negara-negara bagian India mencatat kematian COVID-19 setelah mengumpulkan data dari distrik-distrik mereka.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah negara bagian telah memperbarui data kematian, beberapa di antaranya mendapat tekanan dari pengadilan tinggi setempat.

Baca Juga:Wow! Kasus COVID-19 di Jepang Meroket ke Angka 1.000 Pasien

Dalam banyak kasus, pihak berwenang mengatakan ada penyimpangan data karena keterlambatan input dan kesalahan administrasi lainnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini