Puluhan Nakes di Banjarnegara Terpapar Covid-19 Varian Omicron

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara dr Latifa Hesti mengatakan, penyebaran omicron sangat cepat dibandingkan varian sebelumnya.

Ronald Seger Prabowo
Selasa, 08 Februari 2022 | 21:47 WIB
Puluhan Nakes di Banjarnegara Terpapar Covid-19 Varian Omicron
Dok Ruang Isolasi Pasien Covid-19. [Suara.com/Citra Ningsih]

SuaraJawaTengah.id - Sejak awal tahun 2022, sebanyak 38 tenaga Kesehatan (Nakes) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah terpapar omicron.

Jumlah tersebut terhitung dari Bulan Januari hingga hari ini, Selasa (8/2/2022)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara dr Latifa Hesti mengatakan, penyebaran omicron sangat cepat dibandingkan varian sebelumnya.

Ia menyebut penyebaran omicron 4 kali lipat lebih cepat dibanding varian delta.

Baca Juga:Jumlah Pasien Covid-19 di Sulawesi Barat Meningkat, Warga Dihimbau Waspada

“Kasus terus naik, ciri khas omicron seperti ini, penyebaran cepat sekali. 4 kali lebih cepat dibanding varian delta,” ujarnya, Selasa (8/2/2022).

Ia melihat kasus penyebaran virus saat ini lebih cepat namun tingkat untuk menjalani perawatan rendah. Menurutnya, ciri-ciri kasus tersebut lebih merujuk pada varian omicron bukan varian delta.

“Kalau kita melihat tren penularan yang begitu cepat tapi hospitalisasi rendah. Dan gejalanya tidak seperti delta, kemungkinan ini sudah varian omicron," kata dia.

Hesti mengungkapkan, saat ini tercatat sebanyak 49 kasus aktif di Banjarnegara. Dari jumlah tersebut sebagian besar sudah melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing.

“Sebagian besar isolasi mandiri di rumah. Beberapa ada yang dirawat di rumah sakit. Dan ada 3 orang yang isolasi terpusat yang kita siapkan di BLK. 1 bidan, 1 ibu hamil beserta suaminya. Jadi dua-duanya positif,” terangnya.

Baca Juga:Warga Pertama Terpapar Omicron di Sulawesi Selatan Meninggal Dunia

Sejak Bulan Januari sampai hari ini, pihaknya mencatat sebanyak 38 nakes di Banjarnegara terpapar omicron.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini