SuaraJawaTengah.id - Imbas invasi militer Rusia terhadap Ukraina membuat klub raksasa Liga Inggris kalang Kabut. Sebab sang pemilik klub yang memiliki julukan The Blues itu merupakan warga Rusia.
Namun demikian, Thomas Tuchel bersumpah bahwa Chelsea tidak akan hancur gara-gara sanksi pemerintah Inggris.
Diketahui pemerintah Inggris menjatuhkan sanksi kepada pemilik Chelsea, Roman Abramovich. Hal itu tentu saja menjerumuskan juara bertahan Liga Champions ke dalam kekacauan sebelum mereka menang 3-1 di Norwich beberapa jam lalu.
Abramovich adalah salah satu dari tujuh oligarki yang dikenai sanksi baru Inggris akibat invasi invasi Rusia ke Ukraina.
Baca Juga:Facebook Izinkan Warganet Kutuk Vladimir Putin dan Militer Rusia
Aset sang miliarder Rusia di Inggris telah dibekukan, sementara Chelsea berada di bawah pengawasan ketat pemerintah Inggris.
Pengawasan ini membuat The Blues tak boleh membeli pemain baru, tak boleh memperbarui kontrak pemainnya dan bahkan menjual tiket pertandingan.
Bahkan toko-toko klub Chelsea telah ditutup, sementara sponsor jersey utamanya yakni perusahaan telepon seluler Three, menanggapi sanksi dengan menyatakan akan menangguhkan kontrak sponsor dengan Chelsea.
Sanksi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kelangsungan hidup Chelsea dan masa depan jangka panjang klub ini diliputi tanda tanya.
Tetapi bos Blues Tuchel menandaskan setelah timnya mengalahkan Norwich bahwa The Blues tidak akan menyerah.
Baca Juga:Tetap Setia, Thomas Tuchel Bersumpah Chelsea Tak Akan Hancur karena Sanksi Pemerintah Inggris
"Sejauh ini kami bisa saling percaya dan ini tidak akan berubah. Selama kami masih cukup baju dan bus untuk menjalani pertandingan, kami akan berada di sana dan akan keras bersaing," kata dia seperti dikutip AFP.