"Kadang kalau ada waktu setengah atau seperempat jam saya ke belakang untuk mipil lukisan yang akan datang atau lusa," jelasnya.
Sudah ribuan lukisan poster film yang tercipta. Dari jaman film mandarin yang diperankan oleh Andy Lau pada tahun 90 an hingga The Batman yang baru tayang pada awal tahun ini.
Bukan tanpa kendala dalam melukis, untuk menggambar wajah-wajah pemeran film aktor yang terkenal, ia kadang merasa kurang percaya diri. Takutnya, wajah yang dilukis dianggap tidak mirip oleh para penonton bioskop.
"Kesulitannya itu kalau ada bintang yang terkenal. Gambarnya kan harus mirip. Nah untuk mengakalinya, lukisan pemerannya saya perkecil. Yang dominan besar tulisannya," tuturnya.
Meski sudah ribuan judul film yang ia lukis, Parsan masih ingat betul poster film yang pertama kali ia kerjakan. Karena goresan cat awal mula profesi ini dilakukan, sangat berkesan bagi dirinya.
"Saya itu memang hobi melukis dari kecil. Awal mula lukisan film yang saya gambar judulnya Stone Cold. Film luar negeri bergenre action tersebut digambarkan sang pemeran tengah memegang pistol.
"Dulu pertama gambar kalau ga salah film Stone Cold. Waktu itu gambar saya digunakan untuk publikasi keliling menggunakan mobil bak. Saya gambar bintangnya sambil pegang pistol," katanya.
Jika ada film yang bergenre horor, Parsan sangat antusias dalam melukis. Pasalnya, ia bisa berkreasi lebih jauh dengan menambahkan unsur-unsur horor hingga lukisan lebih mengerikan dari film aslinya.
"Paling cepat itu kalau mengerjakan film horor. Karena digambarnya cepat. Kadang tak bikin lebih ekstrim. Kaya film Conjuring atau Kuntilanak, tak tambahin kaya darah-darah bercucuran begitu," imbuhnya.
Baca Juga:Kasus Harian COVID-19 di Indonesia Bertambah 7.464, Jawa Tengah 828 Orang Terpapar
Sementara itu, Humas Bioskop Rajawali, Eny Kuswati menjelaskan dengan adanya lukisan poster film, menjadi pembeda dengan bioskop terkenal lainnya. Karakter kuat inilah yang kemudian menjadi perbincangan banyak orang di media sosial karena dinilai unik.