Imam Syamsi Ali mengingatkan agar pemerintah dalam membuat aturan seharusnya memperhatikan betul asas keadilannyan.
"Masalahnya bukan pada vaksin atau booster. Tapi pada penerapan aturan yang kadang kehilangan “sense of justice”. Tidak fair itu meresahkan," pungkas.
Sontak saja cuitan Imam Syamsi Ali itu menuai perhatian warganet. Tak sedikit dari mereka sepemikiran dengan Imam Masjid New York tersebut.
"Iya kenapa berubah lagi. Awal cukup 2 kali vaksi. Sekarang harus tiga kali dan apakah itu berlaku bagi yang berada di Mandalika," kata akun @FirmanXpe**.
Baca Juga:Terkait Isu Politik Dinasti Pernikahan Adik jokowi, Gibran Rakabuming: Halah Ndak Usah Ditanggapi
"Kudu banyakin istighfar ini mah, bawaannya pen maki-maki bae. Pucek emang," ucap akun @u9lykids**.
"Salah rakyat apa pak? Pajak naik rakyat tetep bayar. BBM, migor, gas, listrik bahan bahan pokok pada naik sampai PPN naik rakyat masih bersabar. Moment setahun sekali mudik bersilaturahmi bersama keluarga masih dipersulit, mandalika tanpa syarat untuk menyaksikan motoGP," imbuh akun @Yntopribu**.
"Peraturan berlaku tergantung kepentingan. Keadilan tidak perlu diperhatikan karena itu yang mereka pikirkan. Aturan plin-plan," sahut akun @kholid5539**.
"Kalau 2 kali vaksin bisa dimengerti tapi kalau mesti booster juga itu gak harusnya gitu sih. Booster harusnya tak diwajibkan karena 2 dosis vaksin udah cukup buat kasih kekebalan. Entah siapa yang usulin Pak @jokowi untuk wajibkan booster buat yang mau mudik," tutup akun @fadhlierla**.
Kontributor : Fitroh Nurikhsan
Baca Juga:Presiden Jokowi Perbolehkan Mudik Idul Fitri Tahun Ini, Syaratnya: Suntik Vaksin Booster