Lebih lanjut, Arief mengatakan empat pilar kayu atau penyangga yang terdapat di dalam masjid Sekayu merupakan peninggalan dari Sunan Kalijaga.
Konon empat pilar kayu yang memiliki tinggi sekitar 10 meter dengan diameter 100 cm terbuat dari kayu jati dan masih asli dari awal pembuatan.
"Solo guru ini sejak zaman dulu masih terawat sampai sekarang dan masih di pertahanan karena bentuk penghormatan kami," jelasnya.
Menurut Arief, Masjid Sekayu telah direnovasi sebanyak empat kali dan terakhir pada 2006 lalu. Namun selama proses pemugaran empat pilar kayu jati peninggalan Sunan Kalijaga tetap dipertahankan.
Baca Juga:Bikin Terenyuh, Meski Kaki Tak Sempurna, Remaja Ini Semangat Salat Jamaah di Masjid
"Dulu masjid inikan semuanya dari kayu, sekarang sudah agak berubah tapi tetap melestarikan sejarah seperti pintu utama sama Pilar itu masih asli semua," imbuhnya.
Menurut Arief, sejumlah peneliti dari berbagai negara seperti Prancis, Vietnam, Mesir dan Afrika Selatan sempat melakukan penelitian lantaran sejarah dari masjid Sekayu yang dianggap tertua se-Jawa Tengah.
"Orang dari luar negeri juga pernah beberapa kali melakukan penelitian disini," katanya.
Arief berharap, agar generasi muda yang berada di Kota Semarang agar lebih peduli terhadap peninggalan sejarah yang ada seperti masjid Sekayu.
"Semoga anak-anak muda lebih peka, peduli dan mau merawat peninggalan sejarah seperti masjid Sekayu ini," harap Arief.
Baca Juga:Mengunjungi Masjid Selo Peninggalan Sultan Hamengku Buwono I
Kontributor : Aninda Putri Kartika