"Keluarga-keluarga ini sekarang dapat hidup dengan pengetahuan bahwa ini bukan kesalahan mereka," ujar Dr. Carmel.
Dalam studi tersebut, para peneliti menulis, "Temuan ini mewakili kemungkinan untuk mengidentifikasi bayi yang berisiko mengalami SIDS sebelum kematian dan membuka jalan baru untuk penelitian di masa depan dalam intervensi spesifik."
Pada peneliti saat ini berharap dapat membuat tes skrining untuk mengidentifikasi bayi yang berisiko SIDS dalam upaya untuk mencegah kematian lebih lanjut di masa depan.
Menurut NHS, sekitar 200 bayi meninggal tiba-tiba dan tidak terduga setiap tahun akibat SIDS.
Baca Juga:Ini Alasan Banyak Perempuan di Korsel Bekukan Sel Telurnya
The Lullaby Trust, yang memberikan dukungan spesialis untuk keluarga yang ditinggalkan oleh SIDS dan mempromosikan saran ahli tentang tidur bayi yang lebih aman, mengatakan bahwa saat ini penelitian sedang berlangsung dan nasihat terbaik untuk semua keluarga dengan bayinya adalah mengikuti saran tidur yang lebih aman untuk mengurangi risiko terjadinya SIDS.
"Ini termasuk selalu menidurkan bayi terlentang di tempat tidur yang bersih di atas kasur yang datar, kokoh, dan tahan air tanpa tempat tidur tambahan, bantal, atau bemper ranjang bayi," kata The Lullaby Trust. [ANTARA]