Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tak Berpengaruh Soal Ancaman Krisis Gandum, Magelang Punya Mie Letek Berbahan Tepung Aren

Budi Arista Romadhoni Sabtu, 13 Agustus 2022 | 18:11 WIB

Tak Berpengaruh Soal Ancaman Krisis Gandum, Magelang Punya Mie Letek Berbahan Tepung Aren
Proses pengeringan soun berbahan tepung aren di pabrik pengolahan milik Siswandi di Dusun Tuksongo, Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Mie tersebut menjadi makanan khas magelang, yaitu sering disebut mie letek. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

Isu soal krisis pangan khususnya soal gandum menjadi ancaman negara-negara di Dunia, namun demikian magelang punya mie letek berbahan tepung aren

SuaraJawaTengah.id - Presiden Joko Widodo menyebut 800 juta orang terancam kelaparan akibat krisis pangan global. Isu keragaman pangan kembali naik ke permukaan.

Tolok ukur krisis pangan dunia salah satunya ditentukan oleh jumlah ketersediaan pasokan gandum. Hasil bumi yang sama sekali tidak pernah ditanam oleh petani Indonesia.

Perubahan iklim dan pendemi Covid-19 menyebabkan negara-negara penghasil gandum seperti Australia, Kanada, Argentina, Amerika Serikat, dan India membatasi jumlah ekspor.

Perang Rusia-Ukraina juga menyebabkan berkurangnya pasokan gandum yang masuk ke Indonesia. Ukraina sempat menjadi pemasok gandum kedua terbesar dengan total impor 3,4 juta ton atau setara dengan US$843,6 juta pada tahun 2021. 

Baca Juga: Anak Kost Mesti Tahu! Begini Cara Menghentikan Ketagihan Mie Instan

Selama Januari hingga Mei 2022, jumlah impor gandum Indonesia sudah mencapai 4,3 juta ton. Sebagian besar berasal dari Australia (1,5 juta ton) dan Argentina (1,4 juta ton) yang menggeser posisi Ukraina.

Hampir seluruh importir gandum adalah perusahaan pengolah tepung terigu. Hasil produksi mereka dikonsumsi oleh perusahaan-perusahaan raksasa penghasil mie instan.

Padahal tidak semua bahan dasar mie wajib dibuat dari gandum. Secara tradisional masyarakat kita mengenal berbagai mie yang dibuat dari bahan baku yang beragam.

Salah satunya mie soon atau soun yang diproduksi Siswandi (68 tahun), warga Dusun Tuksongo, Desa Tuksongo, Borobudur, Magelang. Mie soun buatan Siswandi menggunakan bahan tepung aren.

"Saya sudah 30 tahun menggeluti usaha membuat mie soon," kata Siswandi kepada SuaraJawaTengah.id, Sabtu (13/8/2022).

Baca Juga: Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat? Begini Penjelasan Bos Indofood

Proses pengeringan soun berbahan tepung aren di pabrik pengolahan milik Siswandi di Dusun Tuksongo, Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Mie tersebut menjadi makanan khas magelang, yaitu sering disebut mie letek.  [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]
Proses pengeringan soun berbahan tepung aren di pabrik pengolahan milik Siswandi di Dusun Tuksongo, Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Mie tersebut menjadi makanan khas magelang, yaitu sering disebut mie letek. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

Sebelum membuat soun cap “Candi”, Siswandi merintis usaha dari menjual tepung soun yang berasal dari olahan batang pohon aren.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait