Masyarakat dan Pelaku Usaha di Kota Semarang Ramai-ramai Keluhkan Wacana Kenaikan Harga BBM

Masyarakat berbondong-bondong datang ke SPBU untuk mengisi BBM bersubsidi sebelum terjadi kenaikan harga.

Ronald Seger Prabowo
Rabu, 31 Agustus 2022 | 19:25 WIB
Masyarakat dan Pelaku Usaha di Kota Semarang Ramai-ramai Keluhkan Wacana Kenaikan Harga BBM
Antrean kendaraan di SPBU yang ada di Jalan Dr Wahidin Kota Semarang, Rabu (31/8/2022). [Suara.com/Anin Kartika]

Hingga Rabu (31/8/2022) sore, harga BBM di sejumlah SPBU belum berubah, di mana pertalite Rp 7.650, pertamax Rp 12.500 perliternya.

PT Pertamina juga belum memberikan pengumuman resmi terkait kenaikan harga BBM.

Menurut Brasto Galih Nugroho Unit Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah, Pertamina akan mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat.

"Harga BBM subsidi dan penugasan merupakan kewenangan pemerintah pusat. Pertamina masih menunggu keputusan tersebut," jelasnya.

Baca Juga:Tunggu Kepastian Kenaikan BBM, Pedagang Pasar Rejowinangun Curhat: Semua Harga Pasti Naik

Kenaikan harga BBM sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah pusat di beberapa wilayah termasuk di Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Namun kenaikan harga diterapkan pada BBM non subsidi seperti pertamax turbo, pertamax, dexlite dan pertamina dex.

Kenaikan harga tersebut diumumkan pada 3 Agustus 2022 lalu, dengan kenaikan harga Rp 1 ribu hingga Rp 2 ribu lebih perliternya.

Hal itu membuat harga pertamax turbo di Jawa Tengah menjadi Rp 17.800, dexlite Rp 17.800, pertamina dex Rp 18.900, serta pertamax Rp 12.500 perliternya.

Kenaikan harga BBM tersebut tak hanya berdampak pada masyarakat dan pelaku usaha transportasi, imbas kenaikan BBM juga akan dirasakan oleh pelaku UMKM kuliner.

Baca Juga:Bansos BBM Bersubsidi, Ibarat Semua Orang Digebuki, Sebagian Dikasih Permen

Pasalnya, harga BBM akan mempengaruhi harga bahan pangan lantaran biaya pengiriman lebih tinggi.

"Enam bulan terakhir saja harga bahan pangan naik drastis, dan roti buatan saya terpaksa ganti harga. Kalau ditambah naiknya BBM pasti harga bahan pangan tambah mahal," kata Dyah Retnaji pengusaha roti di Tlogosari Kota Semarang.

Karena kenaikan harga bahan pangan, roti tart berukuran 18 sentimeter buatnya pun terpaksa ia bandrol Rp 375 ribu.

"Sebelumnya Rp 350 ribu, saya hanya menaikkan harga sedikit karena sepi pembeli dan untungnya ngepres. Entah kalau harga BBM naik seperti apa dunia usaha nanti," tambahnya.

Kontributor : Aninda Putri Kartika

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak