Dihantam Cuaca Buruk, Nilai Transaksi Pelelangan Ikan di Kabupaten Cilacap Turun

Padahal dalam periode yang sama tahun 2021, nilai transaksinya sudah mencapai kisaran Rp47 miliar.

Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 09 September 2022 | 20:15 WIB
Dihantam Cuaca Buruk, Nilai Transaksi Pelelangan Ikan di Kabupaten Cilacap Turun
Kapal-kapal berukuran kecil ditambatkan oleh pemiliknya di Kali Yasa, kompleks Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap, agar terhindar dari gelombang tinggi. [ANTARA/Sumarwoto]

SuaraJawaTengah.id - Nilai transaksi pelelangan ikan di Kabupaten Cilacap.

Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) "Mino Saroyo" Cilacap Untung Jayanto menjelaskan, penurunan transaksi itu akibat cuaca buruk yang sering terjadi di laut selatan Jawa Tengah sejak Januari 2022.

"Berdasarkan data dari delapan TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang kami kelola, nilai transaksi pelelangan sejak Januari hingga Juli 2022 baru mencapai kisaran Rp24 miliar," kata Untung dilansir dari ANTARA, Jumat (9/9/2022).

Padahal dalam periode yang sama tahun 2021, kata dia, nilai transaksinya sudah mencapai kisaran Rp47 miliar.

Baca Juga:PSCS Cilacap Kena Sial Gara-gara Kelakuan Buruk Penonton, Didenda Rp50 Juta, Skuad Persijap Jepara Jadi Korban

Sementara itu nilai transaksi pelelangan ikan pada periode Januari-Agustus 2021 mencapai kisaran Rp47 miliar dan terus meningkat hingga akhir tahun 2021 yang mencapai kisaran Rp76,6 miliar.

"Kalau untuk periode Januari-Agustus 2022 masih kami rekap, sepertinya ada peningkatan namun tidak signifikan," ujar dia.

Ia menduga penurunan transaksi pelelangan ikan itu terjadi akibat cuaca buruk yang sering terjadi sepanjang tahun 2022.

Selain mengakibatkan banyak nelayan tidak melaut, kata dia, cuaca buruk juga berdampak terhadap minimnya ikan yang bisa ditangkap nelayan.

"Biasanya, nelayan Cilacap mulai memasuki masa panen pada bulan Agustus seiring dengan datangnya musim angin timuran dan puncak panennya pada bulan September-Oktober," jelasnya.

Baca Juga:PSCS Cilacap Didenda Rp50 Juta Oleh Komdis PSSI Gara-gara Ini

Mengingat cuaca buruk masih terjadi hingga September, kata dia, nelayan Cilacap khususnya yang menggunakan perahu berukuran kecil dan sedang belum bisa menikmati panen ikan.

Ia mengatakan saat ini yang diandalkan hanyalah kapal-kapal berukuran besar yang bisa menangkap ikan di tengah lautan lepas karena hasil tangkapannya tergolong bagus.

"Kami berharap di sisa waktu hingga akhir tahun 2022, kondisi cuaca membaik sehingga nelayan-nelayan kecil bisa berangkat melaut untuk menangkap ikan," katanya.

Dengan demikian, kata dia, aktivitas pelelangan ikan dapat kembali bergairah dan nilai transaksinya hingga akhir tahun 2022 dapat menyamai pencapaian tahun 2021.

"Semoga Allah SWT mengabulkan doa kami. Kasihan nelayan-nelayan kecil tidak bisa melaut karena adanya cuaca buruk di laut," kata Untung.

Sebelumnya, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesian (HNSI) Cilacap Sarjono mengatakan ribuan nelayan di Kabupaten Cilacap khususnya yang menggunakan perahu berukuran kecil terpaksa tidak melaut akibat cuaca buruk di laut selatan Jawa Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak