Korban Stigma Peristiwa September 1965, Dituduh Hingga Dicap Terlibat PKI, Jabatan Lurah Tiba-tiba Dicopot

Kabar peristiwa september 1965 tak seheboh di Jakarta, pembunuhan para jenderal sebenarnya tak diketahui di daerah, namun mereka harus menerima nasib yaitu dicap PKI

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 29 September 2022 | 07:21 WIB
Korban Stigma Peristiwa September 1965, Dituduh Hingga Dicap Terlibat PKI, Jabatan Lurah Tiba-tiba Dicopot
Patung Bongsodrono, tokoh cikal bakal penduduk Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

"Simbah ini kan tokoh yang dituakan. Sampai sekarang kalau ada kegiatan nggamel orang-orang juga masih di sini," kata Yani, salah seorang cucu Sodimedjo.

Upaya menggali cerita seputar peristiwa 1965 langsung dari mulut pelaku sejarahnya gagal kami lakukan. Selain gangguan pendengaran, Pak Tuo juga mulai pikun dan kehilangan banyak memori soal masa genting saat itu.

"Masih ingat. Tapi kalau sejarahnya itu bagaimana ya. Lha wong saya juga nggak tahu apa-apa," kata Pak Tuo.

Pak Tuo misalnya tak mampu mengingat apakah kampungnya sempat disatroni tentara setelah peristiwa Gerakan 30 September meletus.

Baca Juga:Menilik Kompleks Kamp Plantungan Tahanan Perempuan yang Dianggap Gerwani Era PKI

Pak Tuo juga lupa bahwa setelah beberapa tokoh Desa Wonolelo ditangkap, dia sempat lari dan bersembunyi ke Dusun Bentrokan yang letaknya lebih naik ke puncak Merbabu.

Samar-samar cerita soal tirakat Pak Tuo agar luput dari incaran aparat, kami dapat melalui keterangan cucunya, Yani.

"Mbah Sodimedjo dan Mbah Darmoredjo sama-sama tokoh masyarakat. Pak Tuo sempat bersembunyi ke Dusun Bentrokan. Minta perlindungan sama orang tua. Orang pinter," kata Yani.

Kekuatan lelaku itu yang konon menyebabkan Pak Tuo bisa lolos dari kejaran tentara. Padahal lereng Merapi dan Merbabu saat itu menjadi salah satu wilayah operasi pasukan RPKAD menumpas PKI di Jawa Tengah.

Korban Stigma    

Baca Juga:Kabar PKI Siapkan Rp5 Triliun Demi Muluskan Jokowi 3 Periode, Cek Faktanya

Menjaring sisa-sisa simpatisan PKI, tentara menempatkan petugas telik sandi di kantor desa untuk mengawasi gerak-gerik warga.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini