Pakar Sebut Saat Ini Momentum Bangun Ketahanan Pangan Secara Berkelanjutan

Membangun ketahanan pangan secara berkelanjutan baru digagas para pemangku kepentingan disaat dunia mengalami krisis, namun hal itu menjadi momentum Indonesia

Budi Arista Romadhoni
Kamis, 06 Oktober 2022 | 13:56 WIB
Pakar Sebut Saat Ini Momentum Bangun Ketahanan Pangan Secara Berkelanjutan
Ilustrasi pertanian. Membangun ketahanan pangan secara berkelanjutan baru digagas para pemangku kepentingan disaat dunia mengalami krisis, namun hal itu menjadi momentum Indonesia. (pixabay)

SuaraJawaTengah.id - Pakar pertanian Universitas Jenderal Soedirman  Prof Totok Agung Dwi Haryanto mengatakan Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober merupakan momentum untuk membangun ketahanan pangan secara berkelanjutan.

"Hemat saya, Hari Pangan Sedunia itu harus dimaknai sebagai bentuk penghargaan, kepedulian, dan revitalisasi perhatian negara seluruh dunia terhadap arti penting pangan, arti penting produsen pangan," kata Totok dikutip dari ANTARA di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (6/10/2022). 

Selain itu, kata dia, isu dunia sejak zaman dulu sampai 100 tahun ke depan sebenarnya hanya ada dua, yaitu pangan dan energi.

Oleh karena itu, momentum Hari Pangan Sedunia semestinya juga untuk menyadarkan kembali kepada semua pihak bahwa petani merupakan aktor yang paling berkontribusi dalam penyediaan pangan bagi seluruh umat di dunia.

Baca Juga:Pupuk Subsidi Sulit Diakses Masyarakat, Mentan SYL: Tidak Dikurangi tapi Dipertajam Sesuai Prioritas

"Kalau petani sebagai aktor paling depan dalam menyiapkan pangan sampai tidak sejahtera, hal itu sebetulnya tanggung jawab semua pihak khususnya negara," ujarnya.

Prof Totok pun mengutip pernyataan Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Hindia Belanda asal Inggris yang berkuasa di Indonesia pada tahun 1811-1816.

Menurut dia, Raffles mengaku kagum terhadap kesuburan Indonesia, sehingga apabila pengelolanya mampu memanfaatkan kesuburan tersebut, akan menjadikan negeri itu yang paling makmur di seluruh dunia.

"Nah, Indonesia juga dikenal sebagai negara megabiodiversitas nomor satu di dunia, maka potensi yang dimiliki itu, baik yang dinyatakan oleh Raffles maupun secara fakta kita memang memiliki sumber daya yang luar biasa, itu hendaknya bisa betul-betul untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat," kata Guru Besar Fakultas Pertanian Unsoed itu.

Oleh karena itu jika pemerintah ingin menggali kembali spirit dan komitmen melalui Hari Pangan Sedunia, kata dia, program-program yang dibuat pemerintah hendaknya lebih kuat lagi dan pro kepada petani.

Baca Juga:Diguyur Hujan Semalaman, Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Bantul Terendam Banjir

Apabila petani-petani itu bisa dibuatkan kegiatan atau program yang mampu menyejahterakan petani, otomatis mereka akan bekerja sesuai kompetensinya menghasilkan pangan untuk seluruh negeri itu dengan bahagia dan penuh semangat.

Ketika petani bekerja dengan bahagia, secara otomatis produksi, produktivitas, dan mutu dari pangan yang dihasilkan akan menjadi lebih baik karena petani sudah yakin bahwa apa yang akan mereka panen itu akan dihargai dengan baik oleh negara maupun rakyat.

"Sebaliknya kalau kita tidak terlalu peduli dengan kesejahteraan petani, petani itu melakukan pekerjaannya karena tidak punya pilihan, kemudian mereka tidak bisa bekerja maksimal dan akibatnya juga nanti produksi, produktivitas, dan mutu dari tanaman yang ditanam untuk penyiapan pangan itu tidak maksimal," katanya.

Lebih lanjut, pemulia tanaman padi itu mengatakan beberapa program yang lebih pro kepada petani di antaranya bagaimana komitmen reforma agraria dan penyediaan sarana produksi sesuai kebutuhan pada waktu yang dibutuhkan oleh petani dan bisa diakses sesuai kemampuan mereka.

Selain itu, bagaimana menghilangkan ketakutan dan kekhawatiran petani bahwa panen mereka nantinya tidak bisa terjual dengan harga layak, kemudian kebijakan subsidi lebih tepat sasaran, serta revitalisasi kelembagaan petani maupun penyuluh pertanian lebih dioptimalkan.

Terkait dengan upaya membangun ketahanan pangan secara berkelanjutan, ia mengatakan hal itu harus tetap dilakukan dengan memerhatikan kelestarian lingkungan hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak