Harga Kedelai Impor Melambung, Pengrajin Tahu Tempe di Kudus Kembang-kempis untuk Produksi

Meski harga melambung, namun stok kedelai impor yang ada di gudang Primkopti masih cukup aman yakni berkisar 40-45 ton.

Ronald Seger Prabowo
Kamis, 27 Oktober 2022 | 22:41 WIB
Harga Kedelai Impor Melambung, Pengrajin Tahu Tempe di Kudus Kembang-kempis untuk Produksi
Ilustrasi salah satu perajin, menata tahu hasil produksinya sebelum diolah menjadi tahu pong. [Solopos-Taufiq Sidik Prakoso]

SuaraJawaTengah.id - Harga kedelai impor di Kabupaten Kudus terus melambung dan menyentuh Rp 13.900 per kilogram. Harga ini merupakan rekor harga tertinggi yang terjadi di tahun ini.

Kondisi ini tentu sangat dikeluhkan bagi para pengrajin tahu tempe. Mereka harus berpikir keras agar bisa tetap produksi namun tidak merugi.

Ketua Primer Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus, Amar Maruf mengatakan harga kedelai impor yang menembus Rp 13.900 per kilogram memang yang tertinggi di tahun ini.

"Dalam sebulan ini harga terus melonjak tanpa terkendali," ujar Amar Maruf melansir ANTARA, Kamis (27/10/2022).

Baca Juga:Harga Kedelai Impor Naik Dua Kali Lipat, Ukuran Tempe Semakin Kecil

Amar mengatakan meski harga melambung, namun stok kedelai impor yang ada di gudang Primkopti masih cukup aman yakni berkisar 40-45 ton.

Jumlah stok tersebut diyakini masih bisa memenuhi kebutuhan produsen tahu tempe dalam beberapa hari terakhir.

"Untuk stok tidak masalah, tapi harganya yang cukup membuat pusing pengusaha tahu tempe," ujar dia.

Amar menyebutkan, kenaikan harga kedelai ini memang menjadi tekanan tersendiri bagi pengusaha tahu tempe. Mereka harus berusaha sekuat tenaga beradaptasi dalam menyikapi kenaikan harga bahan baku ini.

"Ya sebisa mungkin adaptasi seperti mengurangi ukuran atau menaikkan harga jual tahu tempe," paparnya.

Baca Juga:Masih Dihargai Rendah, Petani Ogah Tanam Kedelai

Amar menambahkan, saat ini pengusaha tahu tempe hanya bisa mengandalkan campur tangan pemerintah yakni dengan adanya subsidi harga kedelai.

Menurut Amar, saat ini subsidi harga kedelai tahap kelima sudah kembali dikucurkan untuk bulan Oktober-Desember.

"Ya saat ini hanya tinggal mengandalkan subsidi harga saja," tegasnya.

Subsidi harga kedelai tersebut senilai Rp 1000 per kilogram. Subsidi tersebut dihitung dari jumlah pembelian kedelai pengrajin dari Primkopti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak