Keluarganya Difitnah Haters, BOS PSIS Semarang Pilih Merangkul dan Terima Permintaan Maaf

Bos PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mendatangi kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng untuk menemui haters yang memfitnah ke keluarganya

Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 19 November 2022 | 16:55 WIB
Keluarganya Difitnah Haters, BOS PSIS Semarang Pilih Merangkul dan Terima Permintaan Maaf
Bos PSIS Semarang, Yoyok Sukawi (dua dari kiri) saat bertemu haters yang memfitnah keluarganya Rahmat Aziz Maulana (dua dari kanan) di Ditreskrimsus Polda Jateng Sabtu (19/11/2022).

SuaraJawaTengah.id - Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mendatangi kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng pada Sabtu (19/11/2022) siang.

Kedatangan Yoyok ke kantor Ditreskrimsus bermaksud menemui Rahmat Aziz Maulana yang sebelumnya melakukan ujaran kebencian dan melakukan fitnah kepada Yoyok Sukawi di media sosial facebook.

Rahmat Aziz Maulana dengan akun "Lapendos Panser" sebelumnya berkomentar di salah satu fanspage PSIS Semarang di Facebook dengan menyebut "Yok yok utekmu ncen kyk bapakmu. Kakean politik kwe yok, yen pak mu kae jane podo tpi korupsi. Dadine pas, Yoyok dan Sukawi politik dan korupsi".

Ujaran kebencian tersebut lantas dilaporkan oleh salah seorang relawan.

Baca Juga:Profil Locomotive Tbilisi, Klub Georgia yang Ingin Jajal Kekuatan PSIS Semarang

Kuasa hukum Yoyok Sukawi, Irwanto Efendi mengatakan bahwa kasus pencemaran nama baik dan fitnah tersebut telah diselesaikan secara mediasi antara kedua belah pihak atau biasa disebut Restorative Justice.

Yoyok Sukawi sebagai korban juga telah memaafkan Rahmat Aziz Maulana.

"Pertama kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolda, Wakapolda, Pak Direskrimsus karena ada pengaduan di 22 September telah diselesaikan dan hari ini kami dengan saudara Maulana telah melakukan mediasi. Yang mana saudara Maulana mengakui kesalahan bentuk fitnah dan pencemaran nama baik. Semoga tidak terulang yang kedua kali," tutur Irwanto.

Sementara itu, Rahmat Aziz Maulana sebagai terlapor juga mengakui kesalahannya dan berjanji tak akan mengulangi lagi.

"Pertama saya ingin menyampaikan permintaan maaf atas kekhilafan saya menuliskan kata-kata tidak benar dengan menuduh tanpa adanya bukti di akun facebook grup PSIS. Dalam hati yang dalam saya menyesal dan dengan kejadian tersebut saya memohon maaf sebesar-besarnya dan tidak mengulangi lagi," bebernya.

Baca Juga:Gelar Laga Uji Coba, PSIS Semarang Kalahkan Raga Putra Menoreh FC dengan Skor 9-0

Yoyok Sukawi sendiri mengaku sudah tidak mempermasalahkan ujaran tersebut dan saat pertemuan di Ditreskrimsus, ia juga menyalami serta memeluk Rahmat Aziz Maulana.

"Mewakili keluarga besar Sukawi Sutarip, saya sudah ikhlas. Tadi juga sudah ketemu Mas Maulana dengan didampingi Ibu dan Pamannya untuk meminta maaf. Mas Maulana juga tadi menyampaikan akan lebih berhati-hati. Saya pun terkejeut, buka facebook itu jarang sekali, namun kawan-kawan relawan dan pendukung PSIS ini yang malah nggak terima, ya sudah yang penting semua sudah selesai dan menjadi pengalaman buat kita semua," kata Yoyok Sukawi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak