"Setau saya kampung disini masih disakralkan oleh penduduk. Jadi warga nggak boleh sembarangan dalam bertindak, tidak boleh takabur dan lain-lainnya," jelasnya.
Berdasarkan pengalaman Ketua Semarang Angker (Semarangker) Pamuji Yuono sudah pernah menjelajahi area jembatan hingga sungai bangkong. Tujuan dia mendatangi tempat itu untuk menguak misteri ratu ular apakah ada atau tidak.
Ternyata setelah tiga kali menjelajah jembatan bangkong. Pamuji sama sekali tidak pernah melihat ratu ular. Jadi dia memastikan mitos yang beredar di masyarakat tidak benar.
"Saya tiga kali menyusuri sungai itu untuk memecah mitos dan menguak misteri. Aku jalan berdua bersama kameramenku (ratu ular) itu mitos bukan fakta," bebernya.
Baca Juga:Kisah Gereja Gedangan Semarang: Berusia Satu Abad Lebih dan Pernah Lahirkan Pahlawan Nasional
Namun, ahli supranatural ini sempat melihat sosok kuntilanak di atas pohon bambu. Selain itu dia tidak melihat makhlus halus lainnya.
"Aku ikut tertawa geli, malam-malam (kuntilanak) bergelantungan di pohon bambu itu ya ngapain hahaha," tandas Pamuji.
Kontributor : Ikhsan