Sejarah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Asal Muasal Perintah Sholat 5 Waktu

Isra Miraj adalah salah satu peristiwa penting dan penuh keajaiban dalam sejarah Islam. Perjalanan ini diperingati setiap tanggal 27 Rajab dalam kalender Hijriah

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 30 Januari 2024 | 07:26 WIB
Sejarah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Asal Muasal Perintah Sholat 5 Waktu
Ilustrasi berdoa saat Isra Miraj (Pixabay)

SuaraJawaTengah.id - Isra Miraj adalah salah satu peristiwa penting dan penuh keajaiban dalam sejarah Islam. Perjalanan ini diperingati setiap tanggal 27 Rajab dalam kalender Hijriah. Mari kita simak secara singkat dan jelas kisah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW ini.

Seperti diketahui kalau tanggal 27 Rajab 1445 Hijriah atau 8 Februari 2024 diperingati sebagai Hari Isra Miraj bagi umat Islam. Momen Isra Miraj sendiri merupakan momen yang penting bagi umat Islam sehingga sangat penting untuk mengetahui sejarah Isra Miraj

Sejarah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab. Peristiwa ini menceritakan tentang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, dan kemudian naik ke Sidratul Muntaha, langit tertinggi.

Baca Juga:Nasib Bangunan Eks Wonderia Semarang Usai Mangkrak Bertahun-tahun, Bakal Jadi Hutan Kota?

Isra berarti perjalanan di malam hari. Peristiwa ini terjadi saat Nabi Muhammad sedang tidur nyenyak. Malaikat Jibril datang dengan Burak, kendaraan bersayap yang menyerupai kuda, untuk membawa Nabi Muhammad.

Dalam perjalanan, Nabi Muhammad singgah di beberapa tempat, termasuk Madinah, tempat beliau nantinya mendirikan masjid pertamanya. Di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad bertemu dengan para nabi terdahulu, seperti Ibrahim, Musa, Isa, dan lainnya.

Miraj berarti kenaikan. Setelah singgah di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW dibawa naik ke langit menggunakan tangga cahaya. Nabi Muhammad melewati tujuh lapis langit, masing-masing dengan keajaiban dan penghuninya sendiri.

Di Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad melihat cahaya Allah SWT yang sangat terang dan menerima perintah shalat lima waktu secara langsung. Setelah itu, Nabi Muhammad kembali ke Mekkah pada malam yang sama.

Isra Miraj merupakan bukti kuasa Allah SWT dan tanda kasih sayang-Nya kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini menunjukkan pentingnya shalat lima waktu sebagai kewajiban dan tiang agama Islam. Isra Miraj juga mengajarkan tentang pentingnya perjalanan spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca Juga:Kabar Baik! TBRS Semarang Dipertahankan Menjadi Markas Para Seniman dan Budayawan

Isra Miraj merupakan peristiwa yang penuh keajaiban dan makna bagi umat Islam. Perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW menjadi teladan bagi kita untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjalankan perintah-Nya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini